BUMDesma Kebangkitan Desa Bondowoso Bantah Gagal Kelola Dana, Tegaskan Usaha Tetap Berjalan

Bondowoso, Obor Rakyat – Pengurus Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) Kebangkitan Desa di Kecamatan Binakal, Kabupaten Bondowoso, memberikan klarifikasi atas penilaian yang menyebut pengelolaan penyertaan modal desa mengalami kegagalan.
Kantor BUMDesma Kebangkitan Desa di Kecamatan Binakal, Kabupaten Bondowoso.

Bondowoso, Obor Rakyat – Pengurus Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) Kebangkitan Desa di Kecamatan Binakal, Kabupaten Bondowoso, memberikan klarifikasi atas penilaian yang menyebut pengelolaan penyertaan modal desa mengalami kegagalan.

Direktur unit peternakan BUMDesma Kebangkitan Desa, Gatot Dwi Hendriyanto, yang akrab disapa Yayan, menegaskan bahwa program tersebut tidak mangkrak dan dana yang dikelola tidak hilang maupun merugikan negara.

Menurutnya, penyertaan modal berasal dari delapan desa di Kecamatan Binakal dengan nilai masing-masing Rp75 juta, sehingga total dana yang dikelola mencapai Rp600 juta. Dana tersebut sebelumnya digunakan untuk usaha peternakan sapi beserta fasilitas kandang.

“Awalnya program ini berjalan sukses dan setiap desa sudah merasakan keuntungan dari pengelolaan BUMDesma,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).

Namun demikian, ia mengakui bahwa dalam perjalanan usaha terdapat tantangan signifikan, terutama penurunan harga sapi di pasaran serta dampak wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang memukul sektor peternakan.

Baca Juga :  BUMDesma Mangkrak di Binakal Bondowoso: Modal Ratusan Juta Raib, Sapi Hilang, Negara Dirugikan

Sebagai langkah adaptasi, pengurus bersama para kepala desa melalui forum Musyawarah Antar Desa (MAD) memutuskan untuk mengalihkan usaha dari peternakan sapi ke ternak itik.

“Keputusan ini diambil bersama. Saat ini, sebanyak 320 ekor itik telah dikelola dan mulai memberikan keuntungan, sehingga usaha BUMDesma kembali menunjukkan tren positif,” jelasnya.

Yayan juga menegaskan bahwa pengelolaan BUMDesma dilakukan secara terbuka dan akuntabel melalui forum rapat rutin yang melibatkan para pemangku kepentingan di tingkat desa.

Ia mempersilakan pihak-pihak yang masih memiliki pertanyaan atau ketidakpuasan terhadap program tersebut untuk menyampaikannya secara langsung dalam forum resmi.

“Kami terbuka untuk evaluasi. Jika ada yang ingin diklarifikasi, silakan disampaikan dalam rapat. Pengurus secara rutin menggelar forum demi memastikan program ini berjalan transparan dan berkelanjutan,” tambahnya.

Pihak BUMDesma berharap klarifikasi ini dapat memberikan gambaran utuh kepada publik bahwa program masih berjalan dan terus beradaptasi menghadapi dinamika usaha di lapangan. (*)


Penulis: Latif J

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *