
Ngada, Obor Rakyat – Kunjungan Wakil Ketua Umum (Waketum) Tani Merdeka Indonesia, Wilfridus Yons Ebit ke Seminari St. Yohanes Berkhmans Todabelu, Mataloko menjadi momen penuh makna dan emosional.
Kegiatan ini bukan sekadar agenda biasa, melainkan perjalanan pulang ke tempat yang telah membentuk karakter, iman, dan arah hidupnya.
Sebagai alumni, Yons Ebit kembali menyusuri lingkungan seminari yang menyimpan banyak kenangan. Ia disambut hangat oleh para imam yang pernah bersama menjalani masa formasi.
Pertemuan tersebut pun berubah menjadi momen nostalgia yang hangat, dipenuhi cerita, tawa, serta refleksi mendalam tentang perjalanan masa lalu.
Dalam suasana akrab, Yons Ebit membagikan kisah suka dan duka selama menjalani pendidikan di seminari.
Ia mengenang disiplin yang ketat, rutinitas harian yang teratur, hingga pergulatan batin yang menjadi bagian dari proses pembinaan diri.
“Seminari ini bukan hanya tempat belajar, tetapi tempat kita ditempa menjadi pribadi yang tangguh, berintegritas, dan memiliki arah hidup yang jelas,” ungkapnya, Senin (30/3/2026).
Menurut Yons Ebit, kehidupan seminari mengajarkan nilai pengorbanan, kebersamaan, dan komitmen dalam menjalani panggilan hidup.
Nilai-nilai tersebut, katanya, terus menjadi fondasi dalam kiprahnya di tengah masyarakat hingga saat ini.
Pertemuan dengan para imam lama juga mempertegas bahwa meskipun para alumni menempuh jalan hidup yang berbeda, semangat pelayanan tetap menjadi benang merah yang menyatukan.
Kunjungan ini tidak hanya menjadi ajang nostalgia, tetapi juga refleksi dan ungkapan syukur atas proses panjang yang pernah dilalui.
Yons Ebit berharap para seminaris yang saat ini sedang menjalani pendidikan tetap menjaga semangat, disiplin, dan keteguhan dalam menjalani panggilan mereka.
“Dari tempat ini, semuanya bermula. Nilai-nilai yang ditanamkan di sini akan terus hidup dalam setiap langkah kita,” tutupnya. (*)
Penulis: Dede Dhma
Editor: Redaksi