
Jember, Obor Rakyat – Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan komitmennya untuk tetap menjalankan program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) meskipun pemerintah pusat tengah mendorong kebijakan efisiensi energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM).
Pernyataan tersebut disampaikan saat pelaksanaan program di Desa Lampiji, Kecamatan Mumbulsari.
Dalam kegiatan itu, Fawait bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) menerapkan pola baru dengan berangkat secara kolektif menggunakan kendaraan bersama guna menekan konsumsi BBM.
“Instruksi presiden terkait efisiensi BBM kami patuhi sepenuhnya. Tapi efisiensi bukan berarti program kerakyatan dihapus. Justru kita optimalkan pelaksanaannya,” ujarnya.
Menurut Fawait, langkah tersebut merupakan penyesuaian teknis tanpa mengurangi substansi program.
Ia menyebut, sejak awal pemerintah daerah telah menggunakan kendaraan operasional hemat bahan bakar, yang kini diperkuat dengan kebijakan perjalanan bersama.
“Sekarang tidak ada lagi berangkat sendiri-sendiri. Semua rombongan,” tegasnya.
Pelayanan Publik Hadir Lebih Dekat ke Desa
Dalam pelaksanaannya, program Bunga Desaku menghadirkan berbagai layanan publik langsung ke masyarakat desa. Mulai dari administrasi kependudukan, sosialisasi Universal Health Coverage (UHC), hingga pasar murah dan penyaluran bantuan sosial.
Selain itu, kegiatan juga dikembangkan melalui format “live marathon” yang terhubung dengan media sosial agar masyarakat dapat menyaksikan langsung proses pelayanan publik.
Fawait menekankan bahwa tujuan utama program ini adalah menghadirkan negara lebih dekat ke masyarakat desa.
“Bunga Desaku itu memindahkan pelayanan dari kota ke desa. Jadi masyarakat tidak perlu datang ke kota, tapi layanan yang datang ke mereka,” katanya.
Serap Aspirasi dan Dorong Pemerataan Ekonomi
Tak hanya pelayanan, program ini juga menjadi sarana menyerap aspirasi masyarakat secara luas. Fawait menilai semakin banyak masukan dari warga, semakin baik untuk perumusan kebijakan daerah.
“Ini bukan hanya dari perwakilan, tapi seluas-luasnya masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan ini juga diarahkan untuk membantu pengendalian inflasi dan penanganan kemiskinan melalui pasar murah serta pembagian bantuan sembako.
Lebih jauh, Fawait menyebut program Bunga Desaku sebagai upaya mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi hingga ke desa.
“Tujuan akhirnya adalah pemerataan, agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya di kota, tapi juga sampai ke desa-desa,” pungkasnya. (*)
Penulis: Maria Agustina
Editor: Redaksi