
Jember, Obor Rakyat – Di tengah kegiatan Bunga Desaku yang digelar di Desa Suco, Kecamatan Mumbulsari, Selasa (7/4/2026), Ketua TP PKK Kabupaten Jember, Ghyta Eka Puspita, menegaskan pentingnya peran PKK sebagai motor penggerak pemberdayaan perempuan di daerah.
Menurut Ghyta, PKK selama ini telah berjalan baik sebagai organisasi yang mampu menggerakkan perempuan, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa.
Ia menekankan bahwa kekuatan utama PKK terletak pada keterlibatan aktif para perempuan dalam berbagai program pembangunan.
“Pemberdayaan perempuan harus dimulai dari tingkat bawah, dari kecamatan hingga desa, agar dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ghyta menyampaikan tiga prinsip utama yang harus dimiliki dalam menjalankan kegiatan PKK, yaitu bekerja dengan sepenuh hati, segenap jiwa, dan totalitas.
Ia juga menegaskan bahwa berbagai permasalahan di Kabupaten Jember harus diselesaikan secara bersama-sama melalui kolaborasi lintas sektor.
Menurutnya, jika seluruh pihak menjalankan 10 Program Pokok PKK dengan baik, maka berbagai tantangan daerah dapat diatasi secara optimal.
Ghyta mengakui bahwa kegiatan PKK merupakan pekerjaan sosial tanpa imbalan finansial.
Meski demikian, ia terus mendorong para kader, khususnya para ibu, untuk tetap bersemangat dan berkontribusi dengan penuh keikhlasan.
“PKK ini tidak ada gaji, tapi kita bekerja untuk masyarakat. Karena itu harus dilakukan dengan hati,” tambahnya.
Ia juga mengajak seluruh kader PKK untuk turun langsung ke lapangan dan menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menjalankan program pembangunan di Kabupaten Jember.
Saat ini, fokus Pemerintah Kabupaten (Pemkab ) Jember mencakup sejumlah isu penting seperti imunisasi, kesehatan masyarakat, stunting, serta pernikahan dini. Ghyta menegaskan bahwa seluruh elemen harus bekerja sama untuk menangani persoalan tersebut.
Sementara itu, Bupati Jember, Muhammad Fawait, berpesan agar PKK tidak harus mengerjakan semua program secara bersamaan.
Ia mendorong adanya fokus program atau proyek di setiap kecamatan agar pelaksanaan lebih efektif.
Menutup pernyataannya, Ghyta menyampaikan optimisme bahwa tidak ada hal yang mustahil jika semua pihak bersatu.
“Jember tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan semua pihak,” pungkasnya. (*)
Penulis: Maria Agustina
Editor: Redaksi