Terobosan Baru PJKR: Program Magang Keolahragaan 2026 Jangkau Ngada, Nagekeo, dan Ende

Ngada, Obor Rakyat – Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) kembali mencatatkan langkah progresif dalam dunia pendidikan olahraga melalui pelaksanaan program magang keolahragaan tahun 2026. Sebanyak 65 mahasiswa semester 6 resmi diterjunkan ke berbagai lokasi mitra sebagai bagian dari implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
SSB Indonesia Muda Ende.

Ngada, Obor Rakyat – Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) kembali mencatatkan langkah progresif dalam dunia pendidikan olahraga melalui pelaksanaan program magang keolahragaan tahun 2026. Sebanyak 65 mahasiswa semester 6 resmi diterjunkan ke berbagai lokasi mitra sebagai bagian dari implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Tahun ini menjadi tonggak penting bagi PJKR dengan diperluasnya jangkauan wilayah magang. Jika sebelumnya hanya berfokus pada daerah terdekat, kini program tersebut menjangkau tiga kabupaten sekaligus, yaitu Kabupaten Ngada, Kabupaten Nagekeo, dan Kabupaten Ende.

Transformasi Pembinaan Olahraga di Daerah

Melalui program ini, aktivitas pembelajaran mahasiswa dialihkan langsung ke lapangan. Para peserta magang memiliki peran strategis dalam mengembangkan kegiatan ekstrakurikuler olahraga di sekolah serta Sekolah Sepak Bola (SSB).

Baca Juga :  RUU Perampasan Aset: Antara Harapan Berantas Korupsi dan Kekhawatiran Abuse of Power

Berdasarkan data yang dihimpun, mahasiswa ditempatkan di 20 titik lokasi mitra yang telah menjalin kerja sama resmi melalui Memorandum of Agreement (MoA), terdiri dari:

  • 4 Sekolah Sepak Bola (SSB) unggulan di wilayah Ngada dan Ende
  • 16 instansi pendidikan tingkat SMP dan SMA di wilayah Ngada, Nagekeo, hingga Ende

Kehadiran mahasiswa di lokasi tersebut diharapkan mampu memperkuat pembinaan olahraga sejak usia dini serta meningkatkan kualitas pelatihan di tingkat sekolah.

Implementasi Nyata MBKM

Program magang ini tidak hanya berorientasi pada pemenuhan beban SKS, tetapi juga menjadi sarana integrasi antara teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan praktik nyata di lapangan.

Melalui keterlibatan langsung, mahasiswa dituntut untuk mengaplikasikan ilmu kepelatihan, manajemen olahraga, serta strategi pembinaan atlet secara profesional. Hal ini sekaligus menjadi wadah pengembangan kompetensi mahasiswa agar lebih siap menghadapi dunia kerja.

Program ini juga diharapkan mampu menjadi stimulus kebangkitan prestasi olahraga di wilayah Ngada, Nagekeo, dan Ende, sekaligus mempertegas komitmen PJKR dalam mencetak lulusan yang adaptif, kompeten, dan berdaya saing tinggi. (*)


Penulis: Varionardus Janu
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *