
Ngada, Obor Rakyat – Di balik upaya besar membangun sumber daya manusia yang unggul, ada peran sunyi yang kerap luput dari sorotan para bidan di garis depan pelayanan masyarakat.
Pemerintah Daerah Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, menyadari betul bahwa pembangunan manusia tidak dimulai di ruang rapat atau dokumen perencanaan, melainkan sejak detik pertama kehidupan.
Dari tangan para bidan, kualitas generasi masa depan ikut ditentukan.
Hal inilah yang ditegaskan Wakil Bupati Ngada, Bernadinus Dhey Ngebu, saat membuka Musyawarah Cabang IV Ikatan Bidan Indonesia Cabang Ngada tahun 2026, Jumat (10/4/2026).
Dalam sambutannya, ia memberikan apresiasi atas dedikasi para bidan yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan, khususnya bagi ibu dan anak.
“Peran bidan sangat strategis dalam memastikan kualitas kesehatan sejak dini. Ini menjadi fondasi utama dalam menciptakan SDM yang unggul,” ujarnya.
Lebih dari sekadar pelayanan medis, Pemda Ngada kini mendorong transformasi pendekatan—dari kuratif menuju promotif dan preventif. Artinya, bidan tidak hanya hadir saat persalinan, tetapi juga aktif mengedukasi masyarakat, terutama remaja, calon ibu, dan keluarga muda.
Pendekatan ini juga diperkuat dengan pemanfaatan data berbasis kondisi riil masyarakat. Tujuannya, setiap intervensi kesehatan bisa lebih tepat sasaran, termasuk dalam upaya menekan angka stunting yang masih menjadi tantangan di berbagai daerah.
Tak berhenti di situ, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci. Pemerintah daerah mendorong sinergi antara tenaga kesehatan, pemerintah desa, kader, hingga lembaga pendidikan untuk menciptakan ekosistem kesehatan yang berkelanjutan.
Di forum Muscab tersebut, pemerintah juga mengingatkan pentingnya profesionalisme dan integritas pelayanan. Kepercayaan masyarakat, menurutnya, adalah fondasi utama dalam membangun layanan publik yang berkualitas.
Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting daerah, di antaranya Ketua DPRD Ngada Romilus Juji, Ketua TP PKK Ngada Blanding Mamo Bena, serta Kepala Dinas Kesehatan Ngada Yovita Maria Bernadette Moi.
Musyawarah ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, tetapi menjadi momentum refleksi dan konsolidasi bagi para bidan untuk menjawab tantangan kesehatan masyarakat yang semakin kompleks.
Di tengah berbagai keterbatasan, satu hal yang tetap pasti: masa depan generasi Ngada hari ini, banyak dititipkan pada dedikasi para bidan di lapangan. (*)
Penulis: Dede Dhima
Editor: Redaksi