
Pematangsiantar, Obor Rakyat — Tiga advokat, yakni Pondang Hasibuan, Erni Juniria Harefa, dan Ruth Angelia Gusar, menyatakan dukungan terbuka terhadap Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Bara Hati Indonesia di bawah kepemimpinan Ketua Umum Rikkot Damanik untuk periode 2026–2031.
Dukungan tersebut disampaikan dalam rangka mendorong penguatan tata kelola organisasi yang transparan, akuntabel, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat luas.
Dalam pernyataan tertulisnya, ketiga advokat menegaskan bahwa arah kebijakan organisasi harus berlandaskan prinsip good governance, dengan menitikberatkan pada transparansi, akuntabilitas, serta keterbukaan dalam pengambilan keputusan.
“Dukungan ini merupakan bentuk komitmen kami sebagai praktisi hukum untuk mengawal jalannya organisasi agar tetap berada dalam koridor hukum dan kepentingan publik. Kami berharap seluruh kebijakan yang diambil dapat dipertanggungjawabkan secara transparan,” ujar salah satu advokat, Sabtu (11/4/2026).
Mereka juga menekankan bahwa dukungan tersebut bukanlah tanpa kritik, melainkan sebagai dorongan konstruktif agar kepengurusan DPP Bara Hati Indonesia mampu menjalankan program kerja secara terbuka dan terukur.
Selain itu, ketiga advokat mendorong agar kepemimpinan Rikkot Damanik dapat:
- Menyusun program kerja yang realistis dan berdampak luas bagi masyarakat
- Membuka ruang partisipasi publik dalam kebijakan strategis
- Menghindari praktik yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan
Dari perspektif pemerintah, dukungan ini dinilai sebagai bentuk partisipasi masyarakat sipil dalam mengawal organisasi kemasyarakatan agar tetap berjalan sesuai prinsip demokrasi dan supremasi hukum.
Kolaborasi antara advokat dan organisasi juga diharapkan mampu memperkuat sistem pengawasan internal yang transparan dan profesional.
Meski memberikan dukungan, ketiga advokat tersebut menegaskan akan tetap bersikap kritis terhadap setiap kebijakan yang tidak sejalan dengan prinsip keadilan dan transparansi.
“Kami tidak akan ragu untuk memberikan kritik apabila terdapat penyimpangan dalam pelaksanaan program kerja,” tegas mereka.
Dengan dukungan yang disertai sikap kritis tersebut, kepemimpinan DPP Bara Hati Indonesia periode 2026–2031 diharapkan dapat menjadi contoh organisasi yang profesional, terbuka, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas. (*)
Penulis: S Hadi Purba
Editor: Redaksi