Sosialisasi Program UHC, Kegiatan Bunga Desaku Mini Digelar di Bangsalsari Jember

Jember, Obor Rakyat – Kegiatan Bunga Desaku Mini digelar di Balai Desa Bangsalsari, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, pada Sabtu (11/4/2026).
Kegiatan Bunga Desaku Mini digelar di Balai Desa Bangsalsari, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember.

Jember, Obor Rakyat – Kegiatan Bunga Desaku Mini digelar di Balai Desa Bangsalsari, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, pada Sabtu (11/4/2026).

Acara ini menjadi ajang sosialisasi program kesehatan unggulan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, khususnya program Universal Health Coverage (UHC).

Kegiatan tersebut dihadiri berbagai pihak, di antaranya Ketua Kelompok Laskar Salawat, Kepala Desa Bangsalsari, perwakilan Bakesbangpol, Kesra, Humas Rumah Sakit Balung, Wakil Direktur RSUD dr. Soebandi, serta Hermin dari Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Jawa Timur.

Program UHC yang diinisiasi Bupati Jember, Muhammad Fawait, menjadi fokus utama dalam sosialisasi ini.

Program tersebut bertujuan memberikan jaminan layanan kesehatan menyeluruh bagi masyarakat, terutama warga di wilayah pelosok desa yang masih belum banyak mengetahui manfaatnya.

Baca Juga :  Pertamina Pastikan Stok LPG 3 Kg di Jember Aman, Tambah Pasokan 47%

Dalam kegiatan ini, sejumlah warga menyampaikan keluhan terkait pelayanan rumah sakit yang dinilai masih kurang memuaskan.

Menanggapi hal tersebut, Humas Rumah Sakit Balung, Rangga, yang hadir dalam acara itu menyampaikan komitmen pihak rumah sakit untuk terus melakukan pembenahan pelayanan.

“Kami akan terus berupaya memperbaiki kekurangan dalam pelayanan kepada pasien. Kami juga memohon maaf apabila selama ini masih ada hal yang belum maksimal,” ujar Rangga.

Ia menambahkan, keikutsertaan Rumah Sakit Balung dalam kegiatan Bunga Desaku Mini juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan layanan kesehatan kepada masyarakat.

Seiring dengan program UHC, Rumah Sakit Balung kini juga tengah mengembangkan berbagai layanan kesehatan baru, di antaranya pemeriksaan kesehatan bagi calon pekerja migran, layanan dokter spesialis saraf, bedah anak, serta spesialis kulit dan kelamin.

Menurut Rangga, peran dokter spesialis tidak hanya sebatas memberikan pengobatan, tetapi juga membangun komunikasi yang baik dengan pasien, yang menjadi salah satu pekerjaan rumah bagi pihak rumah sakit.

“Komunikasi antara tenaga medis dan pasien sangat penting untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat,” jelasnya.

Ia berharap, melalui program UHC, masyarakat tidak lagi merasa ragu atau takut untuk berobat ke rumah sakit, khususnya di fasilitas kesehatan milik pemerintah daerah.

“Semoga masyarakat bisa merasakan langsung manfaat program ini. Kami juga akan terus berupaya memberikan pelayanan yang terbaik dan nyaman bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)


Penulis: Maria Agustina
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *