
Nagekeo, Obor Rakyat – Seorang pria berinisial DJ (69), warga RT 04 Desa Raja, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo, tewas akibat luka tikaman saat berada di kebun, Kamis (29/1/2026) pagi. Korban sempat mendapat perawatan medis di RSU Pratama Raja, namun nyawanya tidak tertolong.
Peristiwa berdarah tersebut terjadi di rumah kebun milik BW (55) yang berlokasi di Sabinage, RT 07 Desa Raja Timur, Kecamatan Boawae.
Kronologi Kejadian
Kapolsek Boawae, Ipda Ferdi Leonard Mina Belo, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan awal (pulbaket) dan olah tempat kejadian perkara (TKP), insiden terjadi sekitar pukul 06.45 Wita.
Saat itu, terduga pelaku BW berangkat dari rumah menuju kebun untuk beraktivitas seperti biasa. Setibanya di pondok kebun, BW berjalan ke sisi kiri pondok. Tidak lama kemudian, korban DJ datang dan langsung memegang kedua tangan BW.
Keduanya terlibat saling dorong hingga ke teras pondok. Dalam situasi tersebut, BW sempat meminta agar permasalahan dibicarakan secara baik-baik. Namun, korban justru berteriak memanggil anaknya.
Beberapa saat kemudian, anak korban tiba di lokasi dan berusaha melerai pertikaian. Merasa tertekan, BW secara spontan mengambil sebilah pisau yang berada di atas bale-bale tepat di belakangnya.
Pisau tersebut kemudian digunakan untuk menusuk korban pada paha kiri, mengakibatkan luka serius disertai pendarahan hebat.
Korban Meninggal Dunia di RSU Pratama Raja
Melihat darah menyembur, anak korban langsung merebut pisau dari tangan BW. Dalam perebutan itu, terduga pelaku mengalami luka pada telapak tangan.
Setelah mengamankan pisau, anak korban berlari ke jalan negara untuk mencari pertolongan. Di sekitar Pasar Raja, ia bertemu dengan sejumlah warga yang kemudian ditetapkan sebagai saksi.
Para saksi bersama anak korban kembali ke TKP dan mengevakuasi DJ ke RSU Pratama Raja. Namun, saat mendapat tindakan medis, dokter menyatakan korban meninggal dunia.
Terduga Pelaku Serahkan Diri ke Polisi
Sementara anak korban mencari pertolongan, BW melarikan diri ke belakang pondok menuju rumah seorang warga bernama Fridus Ceme, sekitar 500 meter dari TKP.
Kepada Fridus, BW meminta diantarkan ke Polsek Boawae untuk mencari perlindungan diri sekaligus melaporkan peristiwa penikaman yang terjadi.
Polisi Dalami Motif, Dugaan Sengketa Tanah
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami motif dan latar belakang kejadian, termasuk dugaan persoalan tanah yang diduga menjadi pemicu pertikaian antara korban dan terduga pelaku.
“Kasus ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut,” ujar Ipda Ferdi. (*)
Penulis: Dede Bhima
Editor: Redaksi