
Surabaya, Obor Rakyat – Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya menuntaskan Survei Identifikasi Desain (SID) sebagai tahap awal rencana reaktivasi jalur kereta api nonaktif lintas Kalisat–Bondowoso–Panarukan, Jawa Timur.
Survei ini dilaksanakan pada pekan terakhir Januari 2026 sebagai bagian dari program pemerintah menghidupkan kembali jalur strategis di kawasan Tapal Kuda.
SID dilakukan untuk memetakan kondisi teknis terkini infrastruktur perkeretaapian, meliputi kondisi rel, kekuatan struktur jembatan, serta status lahan dan bangunan stasiun yang telah lama tidak beroperasi sejak 2004. Jalur tersebut merupakan peninggalan perusahaan kereta api Hindia Belanda, Staatsspoorwegen, yang memiliki nilai historis sekaligus potensi besar dalam mendukung konektivitas regional.
Berdasarkan hasil survei, trase jalur kereta api masih dapat dikenali dengan jelas. Namun, ditemukan sejumlah hambatan signifikan yang memerlukan penanganan lintas sektoral. Seiring berjalannya waktu, sebagian jalur diketahui telah beralih fungsi menjadi kawasan permukiman warga, sehingga kondisi steril jalur tidak lagi terjaga.
Selain itu, beberapa jembatan kereta api eksisting saat ini dimanfaatkan masyarakat sebagai akses penyeberangan harian. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan risiko keselamatan apabila jalur kembali dioperasikan, sekaligus menuntut penyediaan akses jalan alternatif bagi warga terdampak.
Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya, Denny Michels Adlan, menegaskan bahwa penanganan reaktivasi jalur Kalisat–Bondowoso–Panarukan tidak dapat dilakukan secara parsial.
“Diperlukan koordinasi lanjutan karena sejumlah titik jalur berada dekat permukiman dan tidak lagi steril. Selain penertiban, perlu pula disiapkan akses jalan alternatif bagi warga,” ujar Denny, Selasa (2/2/2026).
Ia menjelaskan, data hasil SID akan menjadi fondasi utama dalam penyusunan perencanaan teknis lanjutan. Tahapan berikutnya mencakup penyusunan desain detail, estimasi kebutuhan anggaran, serta skema penanganan sosial dan lingkungan secara komprehensif.
Reaktivasi jalur kereta api Kalisat–Bondowoso–Panarukannya diharapkan mampu meningkatkan konektivitas transportasi di wilayah Tapal Kuda, mendukung mobilitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui layanan angkutan penumpang dan logistik.
Pemerintah menargetkan proses perencanaan dilakukan secara matang dengan mengedepankan aspek keselamatan, keberlanjutan, serta kepentingan masyarakat setempat sebagai prioritas utama. (*)
Penulis: Ainul Mukorobin
Editor: Redaksi