
Bondowoso, Obor Rakyat – Belasan mandor atau koordinator pelaksana proyek rehabilitasi dan renovasi madrasah di Bondowoso, Jawa Timur, mengeluhkan belum dibayarkannya sisa pembayaran pekerjaan oleh pihak pelaksana proyek, PT Bumi Palapa Perkasa. Nilai tunggakan yang belum diterima disebut mencapai ratusan juta rupiah per mandor.
Proyek rehabilitasi dan renovasi madrasah tersebut berada di bawah naungan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis. Kegiatan ini bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2025 dan tersebar di 12 titik di Kabupaten Bondowoso.
SNR, salah satu mandor proyek, mengungkapkan bahwa terdapat 12 mandor yang hingga kini belum menerima pelunasan pembayaran dari PT Bumi Palapa Perkasa selaku penyedia jasa konstruksi.
“Kami terus ditagih oleh para pekerja karena mereka juga membutuhkan upah untuk kebutuhan hidup. Itu memang hak mereka. Belum lagi kami harus menghadapi tagihan warung makan serta cicilan pinjaman bank,” ujar SNR, Senin (2/3/2026).
Menurutnya, jumlah tenaga kerja yang terlibat dalam setiap proyek mencapai puluhan orang. Bahkan, ada mandor lain yang mempekerjakan lebih banyak pekerja dengan nilai kontrak serupa.
Ia menyebutkan, sisa pembayaran yang belum dilunasi bervariasi.
“Ada yang belum dibayar lebih dari Rp200 juta, ada juga yang Rp300 juta. Bahkan ada mandor yang piutangnya mencapai Rp500 juta. Padahal pekerjaan sudah selesai,” katanya.
Proyek Sempat Molor hingga 2026
Diketahui, proyek rehabilitasi dan renovasi madrasah tersebut sempat mengalami keterlambatan dan baru rampung pada Februari 2026. Meski progres pekerjaan disebut telah selesai, pembayaran sisa termin belum diterima para mandor.
Adapun 12 madrasah yang menjadi lokasi proyek tersebut antara lain:
- MIS Bustanul Ulum
- MTSN 2 Bondowoso
- MIN 1 Bondowoso
- MIS Islamiyah Binakal
- MAS Nurul Fata
- MAS Nurul Jadid Lumutan
- MTSS Nurul Fata
- MIS Babus Salam
- MIS Nurul Fata Lumutan
- MI Al-Kautsar
- MTS Miftahul Ulum 2
- MTSN 4 Bondowoso
Para mandor berharap pemerintah turun tangan untuk membantu menyelesaikan persoalan tersebut agar hak mereka dan para pekerja dapat segera dibayarkan.
“Kami hanya meminta hak kami dan para pekerja segera dibayarkan oleh PT Bumi Palapa Perkasa. Kami mohon pemerintah membantu mencarikan solusi atas kesulitan ini,” tandasnya.
Hingga berita ini ditulis, pihak PT Bumi Palapa Perkasa belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan para mandor tersebut. (*)
Penulis: S Bahri/Adi A
Editor: Redaksi