Dugaan Menu MBG Tak Layak di Bondowoso, SPPG Badean 2 Disorot Usai Temuan Ulat dalam Sayur

Bondowoso, Obor Rakyat — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai sorotan. Kali ini, perhatian publik tertuju pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Badean 2 Bondowoso setelah beredarnya video yang memperlihatkan menu makanan diduga tidak memenuhi standar kelayakan.
Siswa menunjukkan ulat yang ada di sayur MBG.

Bondowoso, Obor Rakyat — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai sorotan. Kali ini, perhatian publik tertuju pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Badean 2 Bondowoso setelah beredarnya video yang memperlihatkan menu makanan diduga tidak memenuhi standar kelayakan.

Video tersebut viral dan menunjukkan hidangan MBG yang dibagikan kepada siswa SMK Negeri 2 Bondowoso pada Kamis (2/4/2026).

Dalam tayangan itu, terlihat menu berupa tiga tusuk sate ayam, lontong, buah anggur, dan tumis kacang panjang.
Namun, yang menjadi perhatian adalah kondisi tumis kacang panjang yang diduga terdapat ulat di dalamnya.

Seorang siswa dalam video bahkan memperlihatkan secara langsung keberadaan ulat tersebut.

Situasi semakin memprihatinkan ketika ulat itu dilempar ke arah siswa lain, menimbulkan reaksi jijik di antara mereka.

Baca Juga :  Ikuti Google Maps, Truk Terguling di Jalur Alternatif Bondowoso–Jember

Kritik Pengawasan dan Standar Gizi

Menanggapi kejadian ini, Timsus DPP LSM KPK Nusantara, melalui perwakilannya Mashur Rizwan, menyampaikan kritik keras terhadap pengelolaan dapur MBG.

Menurutnya, temuan tersebut menunjukkan adanya kelalaian dalam proses pengolahan makanan.

“Ini jelas ada ulatnya. Seharusnya sebelum dimasak dilakukan pengecekan lebih teliti. Kalau seperti ini, makanan yang seharusnya dikonsumsi malah berpotensi dibuang,” ujarnya, Sabtu (4/4/2026).

Mashur juga menyoroti peran tenaga ahli gizi yang seharusnya ada di setiap SPPG.

Ia mempertanyakan bagaimana makanan yang tidak layak masih bisa lolos distribusi ke siswa.

Desakan Evaluasi dan Tindak Lanjut

LSM KPK Nusantara mendesak pihak terkait, termasuk Badan Gizi Nasional (BGN), untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional SPPG Badean 2 Bondowoso.

Menurut Mashur, kejadian ini tidak hanya menyangkut kualitas makanan, tetapi juga menyangkut kepercayaan publik terhadap program MBG yang menjadi salah satu upaya strategis pemerintah dalam meningkatkan gizi pelajar.

“SPPG Badean 2 Bondowoso perlu dievaluasi secara menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang,” tegas Mashur.

Timsus DPP LSM KPK Nusantara, Mashur Rizwan saat memberikan pernyataan tegas.

Menunggu Klarifikasi Resmi

Hingga berita ini ditulis, pihak pengelola dapur MBG di SPPG Badean 2 Bondowoso, termasuk owner maupun kepala dapur, belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut.

Upaya konfirmasi masih terus dilakukan guna memperoleh penjelasan dan klarifikasi sebagai bagian dari prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.

Catatan untuk Program MBG

Kasus ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan program MBG tidak hanya diukur dari distribusi makanan, tetapi juga dari kualitas, kebersihan, dan keamanan pangan yang disajikan kepada siswa.

Tanpa pengawasan ketat dan standar operasional yang konsisten, program yang bertujuan mulia ini justru berisiko menimbulkan masalah baru di lapangan. (*)


Penulis: Latif J

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *