Simprosa Gandut Tegaskan Wakil Rakyat Tak Boleh Takut Bela Kepentingan Masyarakat

Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dari Fraksi Golkar, Simprosa Ranta Sari Gandut saat menghadiri acara Podcast Bengkel Gagasan yang berlangsung di Kelurahan Mbaumuku, Kabupaten Manggarai.

Ruteng, Obor Rakyat – Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dari Fraksi Golkar, Simprosa Ranta Sari Gandut, menegaskan bahwa seorang wakil rakyat tidak boleh takut memperjuangkan kepentingan masyarakat yang diwakilinya.

Pernyataan tersebut disampaikan Simprosa saat menjadi narasumber dalam Podcast Bengkel Gagasan yang berlangsung di Kelurahan Mbaumuku, Kabupaten Manggarai, Kamis (28/5/2026) kemarin.

Politisi yang akrab disapa Osy Gandut itu menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat Manggarai selama masih diberikan kepercayaan untuk mengabdi di dunia politik.

“Saya berkomitmen di sisa usia saya untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat Manggarai secara keseluruhan. Ketika seseorang sudah diutus menjadi wakil rakyat, maka ia tidak boleh takut memperjuangkan kepentingan rakyat,” tegas Simprosa.

Menurutnya, kehadiran seorang wakil rakyat harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena itu, kedekatan dengan rakyat menjadi prinsip utama yang selalu dipegang dalam menjalankan tugas politik dan pengabdian publik.

Baca Juga :  GMNI Ngada Tegaskan Tak Ada Jabatan yang Kebal Hukum dalam Dugaan Kasus Anak 5 Tahun

“Bagaimana hati saya harus selalu bersama masyarakat Manggarai. Dalam dunia politik, saya berprinsip seperti air yang mengalir. Tuhan membawa saya ke kiri, ke kanan, atau lurus, saya mengikuti apa yang menjadi kehendak Tuhan,” ujarnya.

Dorong Perempuan Ambil Peran di Dunia Politik

Dalam kesempatan tersebut, Simprosa juga memberikan perhatian khusus terhadap pentingnya keterlibatan perempuan dalam dunia politik.

Ia menilai politik merupakan salah satu instrumen strategis untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat sekaligus menghadirkan perubahan yang berdampak luas bagi kehidupan publik.

Menurut Simprosa, masih terdapat pandangan bahwa politik merupakan ranah yang didominasi laki-laki. Namun, pengalaman panjang yang dijalaninya membuktikan bahwa perempuan memiliki kapasitas, hak, dan kesempatan yang sama untuk terlibat aktif dalam politik.

“Melalui politik saya bisa membantu banyak orang. Karena itu, saya selalu membuka ruang dan mendorong perempuan untuk bergabung dalam politik. Secara konstitusional, perempuan memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk berada dan berkiprah di dunia politik,” katanya.

Ia berharap semakin banyak perempuan berani memanfaatkan ruang yang telah dijamin konstitusi untuk berpartisipasi dalam proses pengambilan kebijakan dan pembangunan daerah.

Belajar Politik Sejak SMP

Simprosa mengungkapkan bahwa ketertarikannya terhadap dunia politik telah tumbuh sejak masih duduk di bangku kelas III SMP.
Sejak saat itu, ia mulai mengenal dan belajar politik bersama para senior di Partai Golkar hingga akhirnya memilih tetap berkiprah di partai berlambang pohon beringin tersebut sampai saat ini.

Menurutnya, perjalanan politik yang dijalani selama puluhan tahun merupakan bagian dari rencana dan kehendak Tuhan dalam hidupnya.

“Saya yakin bergabung di Partai Golkar adalah kehendak Tuhan,” ungkapnya.

Perempuan yang pernah menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Manggarai selama kurang lebih empat periode itu juga mengenang awal karier politiknya saat pertama kali terpilih menjadi anggota dewan pada tahun 2007 pasca pemekaran Kabupaten Manggarai Timur.

Dengan pengalaman panjang di lembaga legislatif, Simprosa berharap dapat terus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Manggarai serta masyarakat Nusa Tenggara Timur secara umum melalui perjuangan politik yang berpihak kepada kepentingan rakyat. (*)


Penulis: Susilo Hermanus
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *