Komisi VII DPR RI Dorong JFC Masuk Kalender Wisata Dunia

Jember, Obor Rakyat – Dukungan terhadap Jember Fashion Carnaval (JFC) semakin menguat. Komisi VII DPR RI yang membidangi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif menilai ajang tahunan tersebut telah berkembang menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus etalase kreativitas Indonesia di mata dunia.
Komisi VII DPR RI mengapresiasi Jember Fashion Carnaval (JFC) dan mendorongnya menjadi kalender wisata dunia. Pemkab Jember juga mengusulkan pengembangan Bandara Jember untuk meningkatkan kunjungan wisatawan.

Pengembangan Bandara Jember Jadi Prioritas

Jember, Obor Rakyat – Dukungan terhadap Jember Fashion Carnaval (JFC) semakin menguat. Komisi VII DPR RI yang membidangi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif menilai ajang tahunan tersebut telah berkembang menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus etalase kreativitas Indonesia di mata dunia.

Kunjungan kerja Komisi VII DPR RI ke Jember menjadi kali pertama bagi jajaran komisi tersebut menyaksikan langsung pelaksanaan JFC.

Momentum itu dimanfaatkan untuk memastikan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat posisi JFC sebagai agenda pariwisata berkelas internasional.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati, menegaskan bahwa JFC bukan sekadar pertunjukan fesyen, melainkan contoh nyata bagaimana sektor pariwisata dan ekonomi kreatif mampu membentuk industri yang memberikan dampak ekonomi luas.

“Kami hadir untuk memberikan dukungan penuh sekaligus mendorong agar atensi terhadap JFC semakin meluas. Kami ingin memastikan mitra kerja kami, baik Kementerian Pariwisata maupun Kementerian Ekonomi Kreatif, dapat terus mengawal acara ini agar menjadi patokan kalender pariwisata, tidak hanya bagi wisatawan domestik tetapi juga mancanegara,” ujar Rahayu Saraswati kepada awak media, Sabtu (25/7/2026).

Menurut perempuan yang akrab disapa Sara itu, JFC telah menjadi panggung bagi desainer dan pelaku ekonomi kreatif untuk menampilkan karya terbaik mereka. Dampaknya tidak hanya dirasakan industri fesyen, tetapi juga menggerakkan sektor UMKM, kuliner, transportasi hingga perhotelan karena meningkatnya jumlah wisatawan yang datang ke Jember.

Baca Juga :  JFC sebagai Stimulus Ekonomi Kerakyatan di Jember

Sara juga menilai JFC dapat menjadi sarana promosi berbagai komoditas unggulan Kabupaten Jember yang selama ini belum banyak dikenal masyarakat luas. Mulai dari edamame berkualitas ekspor hingga industri cerutu yang telah memiliki pasar internasional.

“Ribuan wisatawan yang hadir merupakan peluang besar bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk unggulan daerah kepada pasar yang lebih luas,” katanya.

Selain itu, ia berharap penyelenggaraan JFC terus berkembang menjadi festival yang semakin inklusif dengan melibatkan berbagai kalangan, termasuk anak-anak dan penyandang disabilitas, sehingga mampu sejajar dengan festival karnaval terbaik di dunia.

Pengembangan Bandara Jember Jadi Prioritas

Sementara itu, Bupati Jember Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait menegaskan bahwa pengembangan JFC harus diiringi peningkatan infrastruktur pendukung, terutama akses transportasi udara.

Menurutnya, salah satu usulan utama yang disampaikan kepada Komisi VII DPR RI adalah peningkatan kapasitas Bandara Jember agar mampu melayani lebih banyak penerbangan dan memudahkan wisatawan datang langsung ke Jember.

“Artinya ke depan mudah-mudahan nanti bandara kita bisa besar, sehingga nanti banyak pengunjung yang gampang datang ke Jember, tidak harus turun di Surabaya atau di tempat yang lainnya. Itu salah satu permohonan kami ke depan,” ujar Gus Fawait.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember optimistis, apabila konektivitas udara semakin baik, jumlah kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara akan meningkat signifikan.

Hal itu diyakini akan memperkuat posisi Jember Fashion Carnaval sebagai ikon wisata dan ekonomi kreatif Indonesia di tingkat global. (*)


Penulis: Maria Agustina
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *