SDN Banyuwulu 4 Ambruk, Disdik Bondowoso Luruskan Isu Miring dan Jelaskan Kendala Data

​Bondowoso, Obor Rakyat — Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bondowoso memberikan klarifikasi resmi menanggapi munculnya pemberitaan di sebuah media siber terkait peristiwa ambruknya bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Banyuwulu 4, Kecamatan Wringin, akibat diterjang angin puting beliung.
KLARIFIKASI DISDIK BONDOWOSO: Duduk perkara robohnya SDN Banyuwulu 4 dan dana rehab. (Ilustrasi)

​Bondowoso, Obor Rakyat — Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bondowoso memberikan klarifikasi resmi menanggapi munculnya pemberitaan di sebuah media siber terkait peristiwa ambruknya bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Banyuwulu 4, Kecamatan Wringin, akibat diterjang angin puting beliung.

​Langkah ini diambil menyusul narasi berita yang dinilai sarat dengan opini tendensius serta sudut pandang subjektif yang memojokkan jajaran staf Seksi Sarana dan Prasarana (Sapras) Disdik Bondowoso.

​Dalam pemberitaan yang disorot tersebut, narasi media yang bersangkutan mengaitkan musibah alam itu dengan dugaan praktik kecurangan dan pengikisan nurani oknum pejabat.

Narasi tersebut juga menuding adanya “kesepakatan jahat” yang menyebabkan SDN Banyuwulu 4 gagal memperoleh alokasi Program Revitalisasi Tahun 2026.

​Menanggapi tuduhan tersebut, pihak Disdik Bondowoso melalui perwakilan Tim Sapras memberikan kepastian bahwa ketidakikutsertaan SDN Banyuwulu 4 dalam program bantuan revitalisasi tahun ini murni disebabkan oleh kendala teknis administrasi pada proses pengunggahan dokumen (data entry), bukan akibat pengalihan anggaran secara ilegal.

​”Berdasarkan penelusuran sistem, terjadi kesalahan pengunggahan berkas digital dari pihak lembaga. Dokumen permohonan yang terunggah dalam sistem pengajuan justru berkas rehabilitasi gedung perpustakaan, bukan ruang kelas yang membutuhkan perbaikan,” ungkap salah seorang petugas Sapras Disdik Bondowoso saat memberikan keterangan, Senin (28/9/2026).

Baca Juga :  Disdik Bondowoso Alokasikan Rp456 Juta di APBD-P 2026 untuk Rehabilitasi SDN Banyuwulu 4

​Pihak Disdik menegaskan komitmennya dalam membuka diri terhadap iklim kontrol sosial dan fungsi kritik yang dijalankan oleh media massa.

Kendati demikian, Disdik mengimbau agar seluruh insan pers tetap menjunjung tinggi prinsip verifikasi dan independensi sebagaimana diatur dalam Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

​”Kritik konstruktif melalui pemberitaan merupakan masukan yang sangat berharga bagi evaluasi kinerja kami. Namun, demi keberimbangan informasi (cover both sides), sangat diharapkan adanya konfirmasi terlebih dahulu sebelum berita dipublikasikan,” terangnya.

​Guna meluruskan kesimpangsiuran informasi di masyarakat, Disdik Bondowoso membuka ruang komunikasi terbuka bagi awak media yang ingin mengonfirmasi detail data teknis maupun status pengajuan bantuan infrastruktur untuk SDN Banyuwulu 4.

​”Kami menyambut baik dan siap memberikan penjelasan komprehensif kapan saja demi menyajikan informasi yang objektif dan edukatif bagi publik,” pungkasnya. (*)


Penulis: Latif J
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *