Rhoma Irama Mulai Konser Delapan Dekade dari Cirebon, Tegaskan Misi Dangdut Bermartabat

Cirebon, Obor Rakyat – Raja Dangdut Rhoma Irama resmi memulai rangkaian Konser Delapan Dekade Rhoma Irama dari Kota Cirebon.
Konser Delapan Dekade Rhoma Irama. (Fot Ist)

Cirebon, Obor Rakyat – Raja Dangdut Rhoma Irama resmi memulai rangkaian Konser Delapan Dekade Rhoma Irama dari Kota Cirebon.

Konser ini menjadi pembuka tur nasional yang direncanakan digelar di delapan kota besar di Indonesia, sekaligus menandai perjalanan panjang Rhoma Irama dalam mengabdikan diri bagi perkembangan musik dangdut Tanah Air.

Cirebon dipilih sebagai titik awal bukan tanpa alasan. Kota ini dinilai memiliki basis penikmat dangdut yang kuat dan merepresentasikan denyut musik rakyat yang selama ini menjadi napas utama karya-karya Rhoma Irama.

Dalam konser pembuka tersebut, Rhoma Irama menggandeng April D’Academy 7 sebagai artis tuan rumah. April dipilih karena dinilai merepresentasikan talenta muda daerah yang tengah bersinar, usai menembus tiga besar ajang pencarian bakat dangdut di salah satu stasiun televisi nasional.

Kolaborasi lintas generasi ini disebut menjadi simbol estafet dangdut, dari sang legenda kepada generasi penerus yang diharapkan mampu menjaga marwah musik dangdut ke depan.

Baca Juga :  Eks Penyidik KPK Nilai Permintaan Alat Canggih Relevan, OTT Bisa Capai 30 Kali per Tahun

Dari sisi penyelenggara, Mardizu Citra Nusantara (MCN) menegaskan bahwa Konser Delapan Dekade Rhoma Irama tidak hanya dirancang sebagai tontonan hiburan semata. Lebih dari itu, konser ini membawa misi kultural untuk mengembalikan spirit dangdut sebagai musik rakyat yang bermartabat, berbudaya, dan edukatif.

“Kami ingin menghadirkan tontonan yang menghibur, beretika, sarat edukasi dan tuntunan. Konser ini juga menjadi bentuk komitmen kami dalam mendukung dangdut original agar tetap eksis di tengah maraknya tren koplo dan ambyaran yang dalam praktiknya masih sering menampilkan unsur erotisme,” ujar perwakilan MCN, Minggu (1/2/2026).

Melalui rangkaian Konser Delapan Dekade Rhoma Irama, MCN bersama Rhoma Irama berharap publik kembali merayakan dangdut bukan hanya sebagai hiburan populer, tetapi juga sebagai ruang ekspresi seni yang menjunjung nilai, etika, serta relevan untuk dinikmati lintas generasi.

Tur ini sekaligus menjadi penanda bahwa dangdut, sebagai musik asli Indonesia, masih memiliki ruang penting dalam lanskap industri musik nasional—selama tetap berpijak pada akar budaya dan nilai yang dijunjung sejak awal kelahirannya. (*)

Penulis: Achmad Sugiyanto
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *