
Jember, Obor Rakyat – Momentum peringatan Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) menjadi ruang refleksi ideologis bagi Bupati Jember, Muhammad Fawait.
Di hadapan ribuan jamaah nahdliyin, ia menegaskan bahwa jabatan kepala daerah tidak mengubah jati dirinya sebagai santri dan kader NU.
“Saya adalah kader NU yang kebetulan hari ini menjadi bupati, bukan bupati yang kebetulan menjadi NU,” tegas Bupati Jember yang akrab disapa Gus Fawait, disambut aplaus jamaah, Minggu malam (1/2/2026).
Memasuki satu tahun masa kepemimpinannya, Gus Fawait dengan sikap tawadhu’ menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Jember atas berbagai kekurangan dalam tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik. Ia secara khusus memohon doa serta dukungan para kiai, nyai, dan warga NU agar pengabdiannya ke depan semakin membawa kemaslahatan.
“Mudah-mudahan empat tahun ke depan, pengabdian kami kepada Kabupaten Jember, termasuk kepada NU, bisa lebih baik lagi dibandingkan hari ini,” ujarnya.
Perkuat Sinergi Pemkab Jember dan NU
Dalam sambutannya, Gus Fawait menekankan pentingnya kolaborasi strategis antara Pemerintah Kabupaten Jember dan NU sebagai kekuatan sosial-keagamaan terbesar di daerah.
Menurutnya, sinergi tersebut merupakan kunci dalam mewujudkan kesejahteraan umat serta percepatan pembangunan daerah. Salah satu komitmen konkret yang disampaikan adalah perhatian serius terhadap sektor pendidikan.
Gus Fawait memastikan program beasiswa pendidikan bagi seluruh siswa dan santri se-Kabupaten Jember akan mulai direalisasikan pada pertengahan tahun ini.
“Kami ingin memastikan tidak ada anak Jember, termasuk para santri, yang tertinggal hanya karena persoalan biaya pendidikan,” tegasnya.
Siap Dikritik Demi Nilai Ke-NU-an
Sebagai kader NU, Gus Fawait juga secara terbuka meminta para kiai untuk tidak ragu memberikan nasihat, bahkan teguran, apabila kebijakan pemerintah daerah dinilai menyimpang dari nilai-nilai ke-NU-an dan tradisi kesantrian.
Ia juga mengajak seluruh warga NU untuk terus mendoakan keselamatan bangsa dan para pemimpin negara agar Indonesia senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT serta menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.
Menutup pernyataannya, Gus Fawait menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan NU dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sekaligus memperkuat komunikasi antara Pemerintah Kabupaten Jember dan PCNU demi kemaslahatan masyarakat luas.
“Saya lahir dari keluarga NU, dan insyaallah saya siap berjuang bersama NU untuk mempertahankan NKRI,” pungkasnya. (*)
Penulis: Maria Agustina
Editor: Redaksi