
Bondowoso, Obor Rakyat – Isu temuan ulat dalam menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMK Negeri 2 Bondowoso menuai perhatian publik.
Menanggapi hal tersebut, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Badean 2 Bondowoso memberikan klarifikasi resmi untuk meluruskan informasi yang beredar.
Kepala SPPG Badean 2 Bondowoso, Yulia Linda, menegaskan bahwa pihaknya sudah tidak lagi menyalurkan program MBG ke SMK Negeri 2 Bondowoso sejak Februari 2026.
Kebijakan tersebut merupakan bagian dari pemerataan distribusi makanan di wilayah setempat.
“Sejak Februari 2026, distribusi MBG untuk SMK 2 Bondowoso telah dialihkan ke dapur SPPG Bondowoso Kembang,” ujarnya, Minggu (5/4/2026).
Bantah Produksi Menu yang Dipersoalkan
Selain itu, Yuli juga membantah bahwa pihaknya memproduksi menu sate seperti yang disebutkan dalam laporan yang beredar di masyarakat.
Ia menegaskan bahwa menu tersebut tidak pernah menjadi bagian dari produksi dapur SPPG Badean 2.
Pernyataan ini sekaligus memperkuat posisi SPPG Badean 2 yang tidak memiliki keterkaitan langsung dengan dugaan temuan dalam menu MBG yang menjadi sorotan.
Perlu Penelusuran Lanjutan
Dengan adanya perbedaan informasi di lapangan, pihak SPPG menilai penting dilakukan penelusuran lebih lanjut guna memastikan sumber distribusi makanan serta kebenaran temuan tersebut.
Langkah ini dinilai krusial untuk menghindari kesimpangsiuran informasi yang dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, khususnya para orang tua siswa.
Komitmen Jaga Kualitas dan Keamanan Pangan
SPPG Badean 2 Bondowoso juga menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas, kebersihan, dan keamanan makanan yang didistribusikan kepada siswa.
Program MBG sendiri merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan asupan gizi pelajar.
Klarifikasi ini diharapkan dapat memberikan kejelasan serta mencegah kesalahpahaman publik terkait pelaksanaan program MBG di Kabupaten Bondowoso. (*)
Penulis: Latif J