
Bondowoso, Obor Rakyat – Suasana bangga sekaligus haru menyelimuti Markas Komando Batalyon Infanteri 514/SY Kostrad di Bondowoso, Sabtu (4/4/2026), saat berlangsung upacara pemberangkatan Satuan Tugas (Satgas) misi perdamaian dunia di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Komandan Batalyon Infanteri 509/Balawara Yudha Kostrad, Juni Fitriya, turut menghadiri kegiatan tersebut dan memberikan semangat kepada prajurit terpilih yang akan mengemban tugas internasional.
Para prajurit pilihan ini selanjutnya akan menjalani pembekalan intensif di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI, Sentul, Bogor, selama satu bulan. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Pre Deployment Training (PDT) sebelum mereka diberangkatkan ke Lebanon Selatan.
Dalam keterangannya, Letkol Inf Juni Fitriya menegaskan pentingnya soliditas antar satuan di bawah Brigif 9, Divisi 2 Kostrad dalam mendukung tugas negara, khususnya di kancah global.
“Menjadi bagian dari Satgas UNIFIL adalah sebuah kehormatan besar, baik bagi individu maupun satuan. Ini adalah amanah negara yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.
Ia juga berharap seluruh prajurit diberikan keselamatan, kelancaran, serta mampu membawa nama baik Indonesia di mata dunia. Pengalaman sebagai mantan Peacekeeper di misi Minusma Mali turut menjadi bekal dalam memberikan motivasi kepada prajurit yang akan bertugas.
Misi Perdamaian Dunia
Pemberangkatan ini merupakan bagian dari kontribusi rutin Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam menjaga perdamaian dunia di bawah mandat PBB. Hanya prajurit dengan kualifikasi khusus yang terpilih untuk menjalankan misi tersebut.
Selain kemampuan teknis, prajurit juga diingatkan untuk selalu mengutamakan faktor keamanan dan kewaspadaan selama bertugas di daerah operasi. Mereka diharapkan mampu memahami situasi lapangan serta menjaga stabilitas di wilayah konflik.
Menjaga moril dan semangat menjadi kunci utama, terutama dalam menghadapi risiko tinggi di daerah penugasan. Dedikasi dan loyalitas tetap harus dijaga sebagai wujud tanggung jawab sebagai duta perdamaian dunia.
“Prajurit adalah utusan perdamaian yang membawa misi kemanusiaan di bawah bendera PBB. Laksanakan tugas negara dengan baik, jaga kehormatan diri dan satuan,” tegasnya.
Upacara pelepasan ini menjadi momen penuh makna, tidak hanya bagi prajurit yang akan bertugas, tetapi juga bagi keluarga besar Kostrad yang turut mendoakan keberhasilan misi tersebut. (*)
Penulis: Maria
Editor: Redaksi