
Bondowoso, Obor Rakyat – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bondowoso mendampingi kunjungan kerja Komandan Korem (Danrem) 083/Baladhika Jaya Malang, Kolonel Inf. Wahyu Ramadhanus Suryawan ke lokasi rencana pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (TP) di Petak 29 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Sukorejo, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Sukosari, wilayah kerja Perhutani KPH Bondowoso, Senin (25/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Administratur Perhutani KPH Bondowoso beserta jajaran manajemen dan petugas BKPH Sukosari, Komandan Kodim 0822 Bondowoso Letkol Inf. Prawito bersama jajaran, serta Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Sumberwringin.
Peninjauan lapangan dilakukan guna memastikan kesiapan kawasan yang direncanakan menjadi lokasi pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan sebagai bagian dari penguatan sistem pertahanan wilayah dan pembangunan teritorial terpadu.
Administratur Perhutani KPH Bondowoso, Misbakhul Munir, menyampaikan bahwa Perhutani mendukung sinergitas lintas sektor dalam pemanfaatan kawasan hutan secara terukur dan sesuai ketentuan yang berlaku, dengan tetap memperhatikan aspek kelestarian lingkungan dan fungsi kawasan hutan.
“Perhutani KPH Bondowoso berkomitmen membangun koordinasi dan komunikasi yang harmonis bersama TNI dan pemerintah daerah dalam mendukung program strategis nasional. Dalam setiap pemanfaatan kawasan hutan, aspek ekologis, tata kelola kehutanan, dan prinsip keberlanjutan tetap menjadi perhatian utama,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan teritorial diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap penguatan ketahanan wilayah, stabilitas keamanan, serta pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan hutan melalui pendekatan pembangunan yang terintegrasi.
Sementara itu, Danrem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf. Wahyu Ramadhanus Suryawan mengatakan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari proses perencanaan pembangunan satuan teritorial yang adaptif dan mendukung kepentingan pertahanan negara serta pembangunan wilayah.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan sistem pertahanan teritorial yang terintegrasi dengan pembangunan wilayah. Kehadiran Batalyon TP nantinya diharapkan tidak hanya mendukung aspek pertahanan dan keamanan, tetapi juga mampu memberikan kontribusi terhadap pembangunan sosial dan pemberdayaan masyarakat,” ungkapnya.
Melalui kegiatan tersebut, sinergi antara Perhutani, TNI, pemerintah daerah, dan unsur Forkopimcam diharapkan terus terjalin dalam mendukung pengelolaan kawasan yang produktif, aman, dan berkelanjutan. (*)
Penulis: Imam R
Editor: Redaksi