KPKM RI Desak Evaluasi Total Kamtibmas Pematangsiantar!

​Pematangsiantar, Obor Rakyat — Kasus penganiayaan bersama yang menewaskan pemuda berinisial JJM (24) di Taman Bunga, Jalan Merdeka, memicu reaksi keras.
Ilustrasi.

​Pematangsiantar, Obor Rakyat — Kasus penganiayaan bersama yang menewaskan pemuda berinisial JJM (24) di Taman Bunga, Jalan Merdeka, memicu reaksi keras.

Kongres Pemberantasan Korupsi Manipulatif Rakyat Indonesia (KPKM RI) menegaskan insiden maut ini adalah alarm sosial bagi Kota Pematangsiantar.

​Ketua Umum KPKM RI, Hunter D. Samosir, menyatakan mendukung penuh langkah Sat Reskrim Polres Pematangsiantar yang bergerak cepat menetapkan enam tersangka.

Namun, ia mengingatkan bahwa masalah keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tidak boleh dibebankan kepada kepolisian semata.

​”Sikap kami murni bentuk kepedulian terhadap keamanan Pematangsiantar. Semua pihak harus berhenti saling melempar tanggung jawab,” tegas Hunter, Jumat (19/6/2026).

Baca Juga :  PKDI Cup 2025: Tim Sepak Bola PKDI Banyuwangi Bertolak ke Pasuruan Hadapi Trenggalek

​Poin Penting Desakan KPKM RI:

  • Evaluasi Total Instansi: Pemerintah Kota, DPRD, Satpol PP, hingga Dinas Perhubungan didesak tidak pasif dan segera mengevaluasi titik-titik rawan.
  • ​Sentil Wali Kota & DPRD: Wali Kota Wesly Silalahi diminta turun tangan mengatasi kenakalan remaja, tawuran, dan pengaruh narkoba. Sementara Ketua DPRD Timbul Marganda Lingga didesak segera menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait keberadaan Tempat Hiburan Malam (THM).
  • ​Penegakan Perda: Satpol PP dan Dinas Perhubungan diminta memperketat pengawasan ruang publik sesuai amanat UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

​Catatan Redaksi: KPKM RI mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terprovokasi opini liar, dan memercayakan proses hukum yang transparan kepada Polres Pematangsiantar. (*)


Penulis: S Hadi Purba
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *