Festival Carnaval HUT ke-32 Desa Sidomulyo Jember Meriah, Tiga Pilar Ajak Warga Jaga Kerukunan

Jember, Obor Rakyat – Suasana Desa Sidomulyo, Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember, tampak semarak pada Sabtu (26/9/2026).
Festival Carnaval HUT ke-32 Desa Sidomulyo Jember Meriah.

Jember, Obor Rakyat – Suasana Desa Sidomulyo, Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember, tampak semarak pada Sabtu (26/9/2026).

Ribuan energi kebersamaan warga terasa dalam Festival Carnaval memperingati Hari Jadi ke-32 Desa Sidomulyo.

Warga dari berbagai wilayah ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Beragam peserta tampil memeriahkan carnaval yang tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk bertemu, berkumpul, dan mempererat hubungan antarwarga.

Di tengah kemeriahan itu, pesan tentang keamanan dan kerukunan menjadi perhatian utama.

Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Semboro, Rudy Danarto, mengapresiasi antusiasme masyarakat yang ikut menyukseskan kegiatan.

Menurutnya, kemeriahan carnaval harus tetap berjalan seiring dengan ketertiban dan semangat kebersamaan.

Baca Juga :  Gandeng GBI Mojopahit, Lapas Jember Gelar Bakti Kesehatan Warga Binaan

“Yang penting aman dan bergembira. Peserta bergembira, warga masyarakat juga bergembira, serta saling bahu-membahu menjaga agar acara ini menjadi kegiatan bersama,” ujar Rudy.

Ia berharap kegiatan masyarakat seperti carnaval tidak berhenti sebagai agenda hiburan.

Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu menjadi wadah untuk memperkuat hubungan sosial dan menjaga kerukunan masyarakat.
Karena melibatkan banyak orang, Rudy juga mengingatkan peserta dan masyarakat untuk saling menghormati serta menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.

Polisi Minta Kendala di Lapangan Segera Dilaporkan

Pesan serupa disampaikan Kapolsek Semboro, AKP M. Na’i.
Ia memberikan apresiasi kepada panitia, masyarakat, serta seluruh unsur yang ikut membantu pengamanan dan pelaksanaan Festival Carnaval HUT ke-32 Desa Sidomulyo.

Menurutnya, komunikasi menjadi bagian penting dalam menjaga kegiatan tetap aman. Masyarakat maupun panitia diminta segera menyampaikan informasi apabila menemukan kendala di lapangan.

“Kalau ada kendala di lapangan, segera sampaikan informasinya. Jangan sampai persoalan yang sebenarnya bisa diselesaikan dengan cepat justru menjadi panjang karena informasi terlambat,” kata AKP M. Na’i.

Ia juga menekankan bahwa keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat. Seluruh unsur masyarakat memiliki peran untuk menjaga suasana tetap kondusif, terlebih carnaval melibatkan peserta dan warga dari berbagai wilayah.

Bukan Sekadar Soal Hadiah

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Sidomulyo, Wasiso, menyebut Festival Carnaval merupakan bagian dari upaya membangun kebersamaan masyarakat.

Menurutnya, kegiatan tersebut sejak awal tidak semata-mata diarahkan untuk memperebutkan hadiah atau mengejar kemeriahan. Ada nilai kebersamaan yang ingin dipertahankan.

“Yang paling penting adalah kebersamaan, kekompakan dan kerukunan warga. Hadiah itu hanya bagian dari kegiatan. Yang utama bagaimana masyarakat bisa bersama-sama menjaga kekompakan,” jelas Wasiso.

Pelaksanaan festival juga mendapat dukungan dari berbagai unsur lintas sektoral di Kecamatan Semboro. Dukungan tersebut dinilai penting karena kegiatan melibatkan masyarakat dalam jumlah besar, termasuk warga yang datang dari luar Desa Sidomulyo.

Bagi pemerintah desa, keterlibatan banyak pihak menjadi gambaran bahwa sebuah kegiatan masyarakat dapat berjalan ketika ada sinergi antara warga, pemerintah, dan unsur keamanan.

Wasiso berharap semangat tersebut tidak berhenti setelah carnaval selesai.

Kebersamaan yang terbangun selama kegiatan diharapkan dapat terus dibawa dalam berbagai kegiatan masyarakat berikutnya.

“Harapannya, warga masyarakat Desa Sidomulyo tetap kompak dan rukun. Setiap kegiatan yang dilaksanakan harus menjadi wadah untuk mempererat kebersamaan,” pungkasnya.

Festival Carnaval HUT ke-32 Desa Sidomulyo akhirnya bukan sekadar perayaan hari jadi desa. Di balik kemeriahan peserta dan antusiasme warga, terselip pesan tentang pentingnya gotong royong, kerukunan, keamanan, dan sinergi masyarakat dengan pemerintah serta unsur keamanan.

Semangat itulah yang diharapkan terus tumbuh setelah kemeriahan carnaval berakhir. (*)


Penulis: Maria Agustina
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *