
Sidoarjo, Obor Rakyat – Puluhan anak yatim siswa SD Negeri Kedungturi, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, mendapat rezeki tambahan dalam bentuk santunan zakat.
Acara pemberian santunan ini diselenggarakan oleh keluarga besar SDN Kedungturi, Kamis (4/3/2024).
Dalam penyerahannya dihadiri oleh Kepala SDN Kedungturu, Mohamad Fauzan S.Pd dan secara simbolis menyerahkan santunan tersebut.
Lusiani, S.Pd.I selaku Guru agama dan sekaligus koordinator acara tersebut menyampaikan, bahwa pembagian zakat adalah bentuk kepedulian keluarga besar SDN Kedungturi kepada segenap anak didik, yatim piatu dan yang membutuhkan.
Baca juga: Ramadhan Berkah, SDN Wage 1 Taman Sidoarjo, Santuni Anak Yatim dan Dhuafa
“Ini adalah wujud kasih sayang dari kita, semoga menjadi ladang pahala bagi kita semua. Kami segenap keluarga besar SDN Kedungturi selalu berkomitmen untuk hadir dan peduli terhadap anak yatim kaum dhuafa di lingkungan sekolah ini,” ujarnya.
Santunan zakat yang dibagikan merupakan bagian dari agenda tahunan dan dirangkaikan dengan penutupan pondok Ramadhan.
Acara ini juga menjadi momen untuk mempererat hubungan antara guru , siswa dan wali murid serta masyarakat sekitar sekolah .
“Kami berharap bantuan ini dapat membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang kurang mampu,” kata Lusiani.
Dalam pembagian santunan ini, terdapat 29 anak yatim mendapatkan santunan Rp.500.000 perorang, dan berupa bingkisan lebaran.
Menurutnya, hal tersebut sudah menjadi komitmen kami keluarga besar SDN Kedungturi untuk selalu hadir dan peduli terhadap mereka yang membutuhkan .
“Semoga bantuan ini bisa bermanfaat dan digunakan sebagai mana mestinya dan selayaknya mereka bisa merayakan hari raya idul Fitri,” harapnya.
Acara pembagian santunan zakat ini menjadi momentum penting dalam memperkuat tali silaturahmi antara sekolah dan anak didik serta menguatkan rasa persaudaraan di antara sesama umat Muslim.
“Semoga kegiatan semacam ini terus berlanjut dan kedepannya lebih ditingkatkan lagi serta lebih memberikan manfaat yang lebih luas bagi seluruh siswa pada umumnya dan bagi anak yatim pada khususnya,” pungkas Lusiani. (nul/bry)
Baca juga: ITB dan KJJT Rawat Toleransi Antar Umat Beragama Bagikan Seribu Takjil