
Bondowoso, Obor Rakyat – Upaya penguatan ekonomi desa berbasis kelembagaan lokal terus menunjukkan perkembangan positif. Salah satunya melalui program ketahanan pangan nasional (ProNas) yang dijalankan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jogokaryo di Desa Grujugan Kidul, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.
BUMDes Jogokaryo saat ini mengelola usaha penggemukan sapi dengan total enam ekor ternak yang telah memasuki fase siap potong. Program ini diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban menjelang Idul Adha 1447 Hijriah atau tahun 2026.
Ketua pengelola BUMDes Jogokaryo, Halik, menyampaikan bahwa usaha ini tidak hanya berorientasi pada keuntungan bisnis semata, tetapi juga menjadi bagian dari strategi penguatan ketahanan pangan sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.
“Usaha penggemukan sapi ini kami rancang sebagai model bisnis berkelanjutan. Selain menyasar pasar kurban, juga membuka peluang peningkatan pendapatan asli desa (PADes) serta menciptakan siklus ekonomi lokal,” ujarnya, Sabtu (18/4/2026).
Dari perspektif ekonomi dan bisnis, model usaha yang dijalankan BUMDes Jogokaryo mencerminkan pendekatan value chain desa, di mana proses produksi, pengelolaan, hingga distribusi dilakukan secara mandiri di tingkat desa. Hal ini memberikan efek berganda (multiplier effect), mulai dari penyerapan tenaga kerja lokal hingga peningkatan daya beli masyarakat.
Selain itu, momentum Idul Adha menjadi peluang pasar yang strategis. Permintaan hewan kurban yang cenderung meningkat setiap tahun membuka ruang bagi BUMDes untuk memperkuat positioning sebagai penyedia hewan kurban yang berkualitas dan terpercaya.
Masyarakat yang berminat membeli sapi kurban dapat langsung menghubungi pengurus BUMDes Jogokaryo.
Pembelian produk BUMDes juga memiliki dampak sosial-ekonomi yang lebih luas.
Dengan membeli produk usaha BUMDes, masyarakat turut berkontribusi dalam:
- Mendukung keberlangsungan perekonomian desa
- Meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa
- Mendorong pertumbuhan Pendapatan Asli Desa (PADes)
- Memperkuat kemandirian desa secara berkelanjutan
Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi contoh pengembangan usaha desa berbasis potensi lokal yang tidak hanya berdaya saing, tetapi juga berorientasi pada pembangunan ekonomi inklusif. (*)
Penulis: Latif J