
Jember, Obor Rakyat — Partai Gerindra Kabupaten Jember melaksanakan penyembelihan hewan kurban dalam rangka Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di Kantor DPC Gerindra Kaliwates, Jember, Rabu (27/5/2026).
Momentum Iduladha tahun ini dimanfaatkan Partai Gerindra sebagai bentuk pengabdian sosial dan penguatan nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat. Sebanyak 32 ekor sapi kurban disembelih dan didistribusikan kepada warga di berbagai wilayah Kabupaten Jember.
Ketua DPRD Jember dari Partai Gerindra, Ahmad Halim, mengatakan enam ekor sapi dipotong di kantor DPC Gerindra Jember, sementara sisanya disalurkan ke tujuh daerah pemilihan (dapil) melalui jaringan pengurus partai di tingkat kecamatan.
Menurut Halim, kegiatan kurban menjadi bagian dari komitmen Partai Gerindra dalam menanamkan nilai keislaman, kepedulian sosial, dan semangat gotong royong.
“Alhamdulillah, Gerindra setiap tahun konsisten melaksanakan kegiatan kurban. Ini bukan hanya menjalankan syariat agama, tetapi juga memperkuat nilai empati, solidaritas, dan kebersamaan dengan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, Iduladha mengajarkan pentingnya pengorbanan dan keikhlasan dalam melayani rakyat. Karena itu, Gerindra ingin hadir tidak hanya dalam kerja politik, tetapi juga dalam aksi sosial yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
Pelaksanaan kurban tahun ini juga melibatkan kader dan anggota legislatif Partai Gerindra, termasuk dukungan dari anggota DPR RI, Bambang Haryadi.
Halim menyampaikan apresiasi atas partisipasi seluruh kader yang dinilai turut menjaga semangat kebersamaan dan kepedulian sosial dalam momentum Iduladha.
Daging kurban nantinya akan dibagikan kepada masyarakat yang telah terdata sebagai penerima manfaat, terutama warga sekitar kantor partai dan masyarakat di sejumlah kecamatan di Kabupaten Jember.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi sarana mempererat ukhuwah, membantu masyarakat yang membutuhkan, dan menghadirkan keberkahan Iduladha bagi semua,” katanya.
Gerindra Jember menilai semangat berbagi dan kepedulian sosial harus terus dijaga sebagai bagian dari politik kebangsaan yang dekat dengan rakyat dan nilai-nilai religius masyarakat. (*)
Penulis: Maria Agustina
Editor: Redaksi