Momen Haru Iringi Pelepasan Siswa RA Nashuha Surabaya

Surabaya, Obor Rakyat – Suasana haru dan penuh kebanggaan mewarnai acara pelepasan siswa-siswi Raudhatul Athfal (RA) Nashuha Surabaya Tahun Ajaran 2025–2026 yang digelar di Gedung Suasana, Jalan Manukan Wetan 68F, Kecamatan Tandes, Surabaya, Minggu (14/6/2026).
Pelepasan siswa-siswi Raudhatul Athfal (RA) Nashuha Surabaya Tahun Ajaran 2025–2026 yang digelar di Gedung Suasana, Jalan Manukan Wetan 68F, Kecamatan Tandes, Surabaya, Minggu (14/6/2026).

Kepala Sekolah: Ini Bukan Akhir, Melainkan Awal Perjalanan Meraih Mimpi

Surabaya, Obor Rakyat – Suasana haru dan penuh kebanggaan mewarnai acara pelepasan siswa-siswi Raudhatul Athfal (RA) Nashuha Surabaya Tahun Ajaran 2025–2026 yang digelar di Gedung Suasana, Jalan Manukan Wetan 68F, Kecamatan Tandes, Surabaya, Minggu (14/6/2026).

Sebanyak 17 peserta didik resmi dinyatakan lulus dan siap melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Dasar (SD).

Pelepasan tahun ini menjadi momen istimewa karena merupakan angkatan ke-13 sejak lembaga pendidikan tersebut berdiri.

Mengusung tema “Melangkah dengan Ceria Meraih Bintang di Angkasa”, acara dihadiri Kepala Sekolah RA Nashuha Minhayatul Mafulah, S.Pd., perwakilan Ketua Yayasan Nashuha Hj. Ninik, para guru, staf sekolah, serta seluruh wali murid.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penampilan seni tari, pembacaan Gema Wahyu Ilahi, doa bersama, menyanyikan lagu Indonesia Raya, hingga Mars RA Nashuha.

Namun, puncak acara bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan refleksi perjalanan tumbuh kembang anak-anak yang telah ditempa selama masa pendidikan usia dini.

Dalam sambutannya, Kepala Sekolah RA Nashuha Minhayatul Mafulah mengaku merasakan emosi yang bercampur antara haru, bangga, dan sedih karena harus melepas anak-anak didiknya menuju jenjang pendidikan berikutnya.

“Hari ini hati kami dipenuhi rasa haru dan bangga. Kami menyaksikan langsung proses tumbuh kembang mereka. Seragam kebesaran yang dikenakan hari ini menjadi simbol bahwa mereka telah bertumbuh dan siap melangkah ke tahap berikutnya,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan pesan khusus kepada para lulusan agar terus semangat belajar dan mengembangkan potensi diri.

“Untuk anak-anakku, bunda bangga kepada kalian. Kalian adalah 17 anak hebat yang telah belajar banyak hal, termasuk menghargai dan mengucapkan terima kasih. Teruslah belajar agar kelak menjadi pribadi yang membanggakan keluarga, bangsa, dan agama,” tuturnya.

Menurut Minhayatul, perpisahan bukanlah akhir dari sebuah perjalanan pendidikan. Sebaliknya, momen tersebut merupakan langkah awal menuju masa depan yang lebih luas.

“Perpisahan ini bukan akhir dari segalanya, tetapi awal untuk meraih bintang-bintang impian yang lebih tinggi,” katanya.

Di hadapan para wali murid, pihak sekolah juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama proses pendidikan berlangsung.

Ia menegaskan bahwa kesempurnaan hanya milik Allah SWT, sementara manusia tidak luput dari kesalahan dan keterbatasan.

Baca Juga :  Penguatan Kesiapsiagaan Warga, Kelurahan Jember Lor Gelar Pelatihan DESTANA Bersama BPBD Jember

Titip Salam dari Tanah Suci

Sementara itu, Hj. Ninik yang hadir mewakili Ketua Yayasan Nashuha, H. Muslik, menyampaikan apresiasi kepada seluruh orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada RA Nashuha.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh wali murid yang telah memberikan kepercayaan kepada RA Nashuha sebagai tempat belajar dan bertumbuh bagi anak-anak,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan salam dari Ketua Yayasan yang berhalangan hadir karena baru kembali dari Tanah Suci Makkah.

“Pak Ketua baru tiba dari Makkah tadi malam. Beliau menitipkan salam untuk semuanya dan memohon doa agar menjadi haji yang mabrur,” kata Hj. Ninik.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak para orang tua untuk tetap menjalin silaturahmi dan komunikasi dengan keluarga besar RA Nashuha, sekaligus merekomendasikan sekolah tersebut kepada masyarakat yang sedang mencari lembaga pendidikan anak usia dini.

Tangis dan Puisi Wali Murid Pecah di Tengah Acara

Momen paling menyentuh terjadi saat perwakilan wali murid, Marwiyah (38), menyampaikan sambutan dan membacakan puisi khusus untuk para guru.

Dengan suara bergetar, ia mengenang masa-masa awal anak-anak memasuki lingkungan sekolah.

“Hari ini adalah hari yang kami nantikan. Anak-anak kami telah lulus. Di RA Nashuha, karakter, keberanian, dan perkembangan mereka dibentuk. Terima kasih kepada para bunda guru yang telah menjadi fondasi mental mereka dalam mengenal dunia pendidikan,” ujarnya.

Dalam puisinya, Marwiyah menggambarkan perjalanan anak-anak yang awalnya datang dengan rasa takut, belum mampu merapikan sepatu sendiri, hingga kini tumbuh menjadi pribadi yang lebih mandiri.

“Dulu mereka datang seperti kertas putih. Takut, menangis, dan bersembunyi di balik pelukan ibunya. Kini mereka mengenal huruf, angka, dan keberanian berkat kesabaran para guru.”

Suasana ballroom seketika hening. Sejumlah wali murid dan guru tampak menahan air mata saat bait demi bait puisi dibacakan.

Ia pun menyampaikan penghargaan kepada para pendidik yang dengan penuh kesabaran dan ketulusan mendampingi proses tumbuh kembang anak-anak.

“Kesabaran bunda dalam mendidik anak sejak usia dini adalah pekerjaan yang sangat mulia. Semoga menjadi amal jariyah yang terus mengalir,” tuturnya.

Suasana haru kemudian berubah menjadi penuh keceriaan saat Marwiyah menutup sambutannya dengan sebuah pantun yang disambut tepuk tangan meriah para hadirin.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Subianto, Perintahkan Para Penegak Hukum Buru Koruptor Lebih Gencar 

“Rumah biru atapnya kelabu, Punya tiang dari batu.
Jasa guru selalu di kalbu, Tak akan lekang oleh waktu.”

Penghargaan untuk Siswa Berprestasi

Acara yang berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 10.00 WIB tersebut juga diisi dengan penyematan tanda bintang kepada sejumlah siswa berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas capaian dan perkembangan mereka selama menempuh pendidikan di RA Nashuha.

Penghargaan diberikan langsung oleh para guru yang selama ini mendampingi proses belajar para siswa.

Berawal dari Wakaf, Kini Menjadi Pusat Pendidikan Generasi Qurani

RA Nashuha berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan RA Nashuha yang berdiri pada 2013 dan terdaftar dengan NPSN 69885379. Sekolah ini berlokasi di Jalan Manukan Kulon I Gang Masjid Nomor 1, Kecamatan Tandes, Surabaya.

Namun sejarah keberadaannya jauh lebih panjang. Cikal bakal lembaga ini bermula pada 1986 ketika sejumlah dermawan mewakafkan lahan seluas 1.268,82 meter persegi untuk pembangunan sarana ibadah.

Setelah proses legalitas dan pembangunan selesai, berdirilah Masjid Nashuha yang kemudian menjadi pusat aktivitas keagamaan masyarakat setempat.

Berangkat dari semangat membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki fondasi moral dan spiritual yang kuat, sebagian pengurus masjid menggagas pendirian lembaga pendidikan anak usia dini di area tersebut.

Gagasan itulah yang kemudian melahirkan RA Nashuha, sebuah lembaga yang hingga kini terus berkomitmen mencetak generasi Qurani, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Pelepasan angkatan ke-13 tahun ini menjadi bukti bahwa pendidikan usia dini bukan sekadar proses belajar membaca dan berhitung, tetapi juga perjalanan membangun karakter, menanamkan nilai, serta menyiapkan langkah pertama anak-anak menuju masa depan yang lebih gemilang. (*)


Penulis: Ainul Mukorobin
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *