Keracunan Massal Program MBG di Jember: Pemkab Suspend Operasional SPPG Karangsono!

​Jember, Obor Rakyat — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember mengambil langkah cepat dan tegas menyusul laporan puluhan siswa yang mengalami gangguan pencernaan massal setelah mengonsumsi makanan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Akhmad Helmi Luqman, mewakili Ketua Satgas MBG Kabupaten Jember saat diwawancarai usai melakukan sidak.

​Jember, Obor Rakyat — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember mengambil langkah cepat dan tegas menyusul laporan puluhan siswa yang mengalami gangguan pencernaan massal setelah mengonsumsi makanan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

​Satuan Tugas (Satgas) MBG resmi melakukan suspend atau menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangsono, Kecamatan Bangsalsari, per hari ini, Kamis (16/7/2026).

​Langkah drastis ini diambil setelah tim gabungan dari Satgas MBG, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Dinas Kesehatan, dan puskesmas setempat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi guna mengusut tuntas penyebab insiden tersebut.

​Temuan Lapangan: Dipanaskan Ulang hingga Masalah Higienitas

​Mewakili Ketua Satgas MBG Kabupaten Jember, Akhmad Helmi Luqman, mengungkapkan bahwa keluhan sakit perut dari para siswa tidak langsung muncul seketika setelah makanan dibagikan. Laporan baru melonjak beberapa hari kemudian setelah banyak siswa dilaporkan absen karena sakit.

​Berdasarkan investigasi awal di lapangan, tim menemukan beberapa faktor krusial yang diduga kuat menjadi pemicu:

  • Kesalahan Pola Konsumsi: Menu makanan basah yang seharusnya segera disantap justru dibawa pulang oleh sebagian siswa, lalu dipanaskan kembali dan baru dimakan beberapa jam setelah didistribusikan.
  • Masalah Penyimpanan Bahan Pangan: Petugas menemukan bahan makanan yang disimpan terbuka tanpa penutup, sehingga rawan terkontaminasi bakteri atau zat berbahaya.
  • Masalah Administrasi: Dokumen perizinan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di SPPG Karangsono diketahui masih belum rampung.
Baca Juga :  Polsek Bosar Maligas Monitoring Penggilingan 8,4 Ton Jagung di Nagori Parbutaran, Dukung Program Ketahanan Pangan Presiden

27 Anak Dilarikan ke Faskes, Biaya Ditanggung Penuh Pemkab

Update Korban: Sebanyak 27 anak dilaporkan harus menjalani penanganan medis intensif di beberapa fasilitas kesehatan, termasuk Puskesmas Sukorejo, Puskesmas Paleran, RS Balung, serta beberapa klinik swasta.

​Pihak Pemkab Jember memastikan seluruh penanganan medis berjalan optimal. Sesuai dengan instruksi langsung dari Bupati Jember, seluruh biaya pengobatan para siswa yang terdampak akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah daerah.

Operasional SPPG Karangsono Disuspend

Baca Juga :  Mahasiswa UNEJ Ciptakan Mesin Granulator Pupuk dari Limbah Batu Gamping

​Sebagai langkah preventif, SPPG Karangsono dilarang keras beroperasi hingga hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan resmi dirilis oleh BPOM.

​Satgas MBG juga memberikan ultimatum keras kepada pihak pengelola untuk melakukan evaluasi total pada sistem pengolahan, rantai distribusi, standar penyimpanan bahan baku, serta segera melengkapi seluruh persyaratan dokumen administrasi sebelum diizinkan kembali melayani masyarakat. (*)

Penulis: Maria Agustina
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *