Warga Wae Rii Soroti Absensi 10 Anggota DPRD Dapil 1 Pasca-Gempa Manggarai

​Manggarai, Obor Rakyat — Minimnya perhatian dari para wakil rakyat pasca-bencana gempa bumi yang mengguncang wilayah timur Kecamatan Wae Rii, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), memicu kekecewaan mendalam di kalangan warga terdampak.
Kondisi tenda darurat untuk pengungsian korban bencana di Manggarai yang memprihatinkan.

​Manggarai, Obor Rakyat — Minimnya perhatian dari para wakil rakyat pasca-bencana gempa bumi yang mengguncang wilayah timur Kecamatan Wae Rii, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), memicu kekecewaan mendalam di kalangan warga terdampak.

Hingga kini, para pengungsi yang masih bertahan di tenda-tenda darurat mengaku belum mendapati kehadiran satu pun dari 10 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Manggarai asal Daerah Pemilihan (Dapil) 1 (Langke Rembong – Wae Rii).

​Di tengah ancaman gempa susulan yang masih terjadi, kondisi di tempat pengungsian dilaporkan kian memprihatinkan akibat keterbatasan logistik. Bahan makanan, obat-obatan, serta air bersih menjadi kebutuhan mendesak yang sulit didapatkan.

Ketersediaan air minum menjadi krisis paling krusial mengingat pasokan dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) terhenti total sejak hari pertama bencana. ​Kondisi ini membuat warga merasa diabaikan oleh para legislator yang dulu mereka pilih.

​”Sejak hari pertama gempa, kami sangat merindukan kehadiran wakil rakyat dari Dapil kami. Namun, harapan itu tak kunjung terwujud. Kami merasa diabaikan, padahal dulu saat pemilihan kami memberikan dukungan penuh kepada mereka,” ungkap seorang warga di lokasi pengungsian, Selasa (18/8/2026).

​Desakan agar 10 anggota DPRD Dapil 1 segera turun ke lapangan dan mendorong percepatan pemulihan fasilitas publik terus mengalir.

Baca Juga :  Penanganan Gempa Manggarai: Pengungsi di Wae Rii Menanti Uluran Bantuan Logistik dan Air Bersih

Kritik mendalam salah satunya disuarakan oleh Eriksan, tokoh muda asal Wae Rii, yang menyindir aksi sebagian legislator yang dinilai lebih memilih menyalurkan bantuan keluar wilayah konstituennya.

​Melalui unggahan di akun Facebook pribadinya, Eriksan meminta para anggota dewan dari Dapil 1 untuk memprioritaskan warga yang diwakilinya sebelum memberi bantuan ke daerah lain.

​”Ke-10 anggota DPRD Dapil 1 Kecamatan Langke Rembong dan Kecamatan Wae Rii, fokus dulu urus warga Dapil kalian yang menjadi korban bencana gempa. Rem dulu ‘lompat pagar’ membawa bantuan ke wilayah lain,” tulis Eriksan.

​Sebagai bentuk empati konkret, Eriksan juga mengusulkan agar para legislator bersama jajaran eksekutif bersedia memotong gaji mereka untuk dialokasikan ke penanganan bencana.

​”Semoga besok kita mendapat kabar baik: ke-10 anggota DPRD Dapil 1 kompak memotong gaji selama 3 bulan dengan total sekitar Rp900 juta untuk membantu warga Dapilnya. Ditambah lagi dengan bantuan pribadi dari Bapak Wakil Bupati yang juga berasal dari Kecamatan Wae Rii,” lugasnya.

​Hingga berita ini diturunkan, warga Wae Rii masih menantikan langkah nyata dan kehadiran fisik dari 10 anggota DPRD Dapil 1 Manggarai untuk menyerap aspirasi serta menyalurkan bantuan langsung ke titik-titik pengungsian. (*)


Penulis: Susilo Hermanus
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *