Mengetuk Pintu Langit dari Balik Jeruji: Santri Warga Binaan Lapas Jember Rawat Kerohanian Lewat Tawassul dan Tahlil

​Jember, Obor Rakyat — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Jember terus memperkuat pembinaan kepribadian berbasis keagamaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Bertempat di Masjid Al-Ikhlas Lapas Jember, puluhan santri warga binaan berikhtiar mendekatkan diri kepada Allah SWT.

​Jember, Obor Rakyat — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Jember terus memperkuat pembinaan kepribadian berbasis keagamaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Bertempat di Masjid Al-Ikhlas Lapas Jember, puluhan santri warga binaan berikhtiar mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui lantunan Tawassul, Surat Yasin, dan Tahlil bersama, Kamis (24/9/2026).

​Suasana khusyuk meliputi rangkaian ibadah yang diawali dengan Sholat Magrib berjamaah.

Gema doa dan lantunan ayat-ayat suci al-Qur’an mengalun indah hingga ditutup dengan pelaksanaan Sholat Isya berjamaah.

​Guna memastikan jalannya ibadah tetap kondusif, kegiatan ini mendapat pengawalan dan pendampingan jajaran pejabat struktural, meliputi Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik (Kasi Binadik), Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka. KPLP), Kepala Sub Seksi Bimkeswat, staf Bimkeswat, hingga petugas regu pengamanan.

​Kalapas Jember, Wahyu Susetyo, menegaskan bahwa pembinaan spiritual merupakan salah satu pilar utama dalam menempa karakter warga binaan agar memiliki keimanan dan ketakwaan yang kokoh.

Baca Juga :  Dugaan Ketidaksesuaian Pita Cukai PR G, Bea Cukai Jember Diminta Lakukan Pemeriksaan Resmi

​“Pembinaan kepribadian melalui pendekatan spiritual menjadi salah satu fokus kami dalam membentuk warga binaan yang memiliki keimanan dan ketakwaan yang kuat. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan ketenangan batin serta menjadi bekal positif bagi mereka ke depannya,” tutur Wahyu.

​Ia menggarisbawahi bahwa program pembinaan di Lapas Jember tidak sekadar membekali keterampilan fisik atau keahlian kerja, melainkan menanamkan nilai-nilai keagamaan sebagai fondasi kepribadian.

​Melalui program keagamaan yang berkesinambungan ini, Lapas Jember berkomitmen mendampingi proses reintegrasi sosial warga binaan agar siap kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang berakhlaqul karimah, mandiri, dan bermanfaat. (*)


Penulis: Maria Agustina
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *