Kerjasama Internasional: Bondowoso Pamerkan Kopi, Pertanian Organik, dan Geopark Ijen ke Kamerun

​Bondowoso, Obor Rakyat — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso memperluas jejaring kerja sama internasional dengan menerima kunjungan Delegasi Pemerintah Daerah Kamerun. Langkah strategis ini dilakukan untuk mengenalkan berbagai potensi unggulan daerah sekaligus memacu pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid saat menerima kunjungan Delegasi Pemerintah Daerah Kamerun.

​Bondowoso, Obor Rakyat — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso memperluas jejaring kerja sama internasional dengan menerima kunjungan Delegasi Pemerintah Daerah Kamerun. Langkah strategis ini dilakukan untuk mengenalkan berbagai potensi unggulan daerah sekaligus memacu pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

​Dalam pertemuan tersebut, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid memaparkan tiga sektor andalan daerah: komoditas kopi, pertanian organik, serta pariwisata alam Ijen UNESCO Global Geopark. Acara ini turut dihadiri perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yaoundé, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, dan jajaran kepala perangkat daerah.

​”Kunjungan ini merupakan momentum penting untuk mempererat hubungan persahabatan, memfasilitasi pertukaran pengalaman, serta menjajaki kerja sama pembangunan yang saling menguntungkan,” ujar Abdul Hamid Wahid saat menyambut delegasi, Senin (19/10/2026).

​Komoditas Kopi Jadi Roda Penggerak Ekonomi

​Sebagai daerah berkarakteristik pegunungan dengan luas wilayah sekitar 1.560 km², Bondowoso menjadikan komoditas kopi sebagai penopang utama perekonomian lokal. Pada 2025, luas panen kopi Arabika mencapai 13.754 hektare dengan produksi lebih dari 5.676 ton. Sementara itu, luas panen kopi Robusta tercatat sekitar 6.556 hektare dengan hasil produksi melampaui 3.237 ton.

​Daya saing kopi Bondowoso kian diperkuat lewat sertifikasi Indikasi Geografis pada dua produk unggulannya, yaitu Kopi Arabika Java Ijen–Raung dan Kopi Arabika Hyang Argopuro. Pengembangan sektor hulu hingga hilir terus ditopang melalui identitas Bondowoso Republik Kopi dan gelaran tahunan Festival Kopi Nusantara.

​Dorong Pertanian Organik Lewat Program BOTANIK

​Selain sektor perkebunan, Pemkab Bondowoso memamerkan keberhasilan pengembangan pertanian ramah lingkungan melalui gerakan Bondowoso Pertanian Organik (BOTANIK). Kawasan pertanian organik ini telah berkembang di beberapa lokasi seperti Desa Lombok Kulon, Desa Sulek, dan Desa Gadingsari dengan total luas mencapai 225 hektare.

Baca Juga :  ​Diplomasi Subnasional Bondowoso–Kamerun: Penjajakan Potensi dan Peluang Kemitraan Antarwilayah

​Program ini berfokus pada penguatan kelompok tani, peningkatan mutu produk, sertifikasi, hingga perluasan akses pasar guna menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.

​Pariwisata Berbasis Ijen UNESCO Global Geopark

​Di sektor pariwisata, Bondowoso mengandalkan Ijen UNESCO Global Geopark yang diakui secara internasional sejak 24 Mei 2023. Destinasi wisata alam seperti Kawah Ijen, Kawah Wurung, dan kawasan Blawan mengombinasikan keindahan geologi, keanekaragaman hayati, serta budaya lokal.

​Pengelolaan geopark dipusatkan pada tiga pilar utama: konservasi, edukasi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui pendekatan ini, potensi pariwisata dikembangkan tanpa mengesampingkan kelestarian lingkungan.

Tren Positif Indikator Kesejahteraan

​Berbagai upaya penguatan sektor unggulan tersebut berdampak positif terhadap kinerja perekonomian daerah. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi Bondowoso tumbuh 5,32 persen dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp28,56 triliun.

​Indikator kesejahteraan masyarakat juga mencatatkan perbaikan signifikan:

  • Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT): Turun dari 4,46 persen (2021) menjadi 2,55 persen (2025).
  • ​Angka Kemiskinan: Menurun dari 14,73 persen menjadi 12,20 persen pada periode yang sama.

​Melalui kunjungan Delegasi Kamerun ini, Pemkab Bondowoso optimistis dapat membangun pertukaran pengetahuan dan kerja sama konkret yang sejalan dengan visi daerah: “Dari Warisan Alam Menuju Pembangunan Berkelanjutan”. (*)


Penulis: Latif J
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *