
Bondowoso, Obor Rakyat – Kondisi fisik Jembatan Koncer yang berlokasi di jalan Aip Mugiman, Kabupaten Bondowoso kian memprihatinkan. Rangka besi penyangga di bagian kolong jembatan tampak rapuh, berkarat hebat, bahkan beberapa bagian telah melengkung dan berlubang.
Kondisi ini memicu keprihatinan sekaligus desakan keras dari masyarakat agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso segera mengintervensi dengan memasang kembali portal pembatas.
Pantauan di lapangan menunjukkan kerangka penyangga beserta papan bantalan atas jembatan sudah menua dan kusam.
Tak hanya itu, vegetasi liar dan dahan pohon tampak merambat membelit struktur besi yang kian lapuk, yang sulit dilakukan pemeliharaan rutin.
Kerusakan ini dinilai sangat membahayakan keselamatan jiwa warga pengguna jalan, terutama jika kendaraan bertonase berat terus dibiarkan melintas.
Situasi kian krusial menyusul dibukanya kembali portal pembatas di Jembatan Koncer tanpa kejelasan pihak yang bertanggung jawab.
Sebelumnya, jembatan ini berulang kali dipasangi portal serta dijaga ketat oleh Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air, dan Bina Konstruksi (BSBK) bekerja sama dengan Satlantas Polres Bondowoso. Namun, portal tersebut kerap ditabrak kendaraan hingga akhirnya kini terlepas dan dibiarkan terbuka.
Tanpa adanya portal pembatas, kendaraan muatan berat berpotensi besar beralih melewati Jembatan Koncer, terlebih saat pembangunan Jembatan Sentong milik PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur tengah berlangsung.
Apabila dibiarkan tanpa kendali, ancaman ambrolnya Jembatan Koncer tinggal menunggu waktu.
Menanggapi kondisi darurat tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Bondowoso, Ahmad Dhafir, mengingatkan agar Dinas BSBK dan Dishub segera melakukan kajian teknis menyeluruh terkait kekuatan jembatan.
Ia juga menegaskan perlunya tindakan tegas jika hasil kajian membuktikan struktur jembatan sudah membahayakan.
”Jembatan Koncer tidak dianggarkan pada APBD 2026. Kalaupun mau dianggarkan pada 2027, pelaksanaannya pasti baru pertengahan tahun. Waktunya masih sangat lama,” tegas Ahmad Dhafir saat dikonfirmasi, Senin (19/10/2026).
Lambatnya penanganan dan ketiadaan anggaran perbaikan dalam waktu dekat menimbulkan pertanyaan mendasar mengenai aspek keselamatan publik. Jika portal tak kunjung dipasang dan jembatan melayani beban melebihi kapasitas hingga berujung fatal, siapakah pihak yang akan bertanggung jawab atas potensi jatuhnya korban jiwa?
Masyarakat mendesak agar Pemkab Bondowoso tidak menunggu jatuhnya korban dan segera mengembalikan fungsi pembatas kendaraan berat di Jembatan Koncer bahkan hingga Jembatan Sentong kelak selesai dibangun mengingat kondisi struktur Jembatan Koncer yang sudah sangat mengkhawatirkan. (*)
Penulis: Latif J
Editor: Redaksi