Dorong Daya Saing Kontraktor Lokal, Pemkab Bondowoso Gelar Bimtek Mini Kompetisi Pengadaan Barang dan Jasa

​Bondowoso, Obor Rakyat — Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (Barjas) Sekretariat Daerah Kabupaten Bondowoso menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Mini Kompetisi Pekerjaan Konstruksi di Ruang Rapat Shababina Praja Pemkab Bondowoso, Kamis (22/10/2026).
Kepala Bagian Barjas Setda Bondowoso, Eko Pribadi bersama Ikatan Ahli Pengadaan Indonesia (IAPI), Mustofa saat diwawancara.

​Bondowoso, Obor Rakyat — Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (Barjas) Sekretariat Daerah Kabupaten Bondowoso menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Mini Kompetisi Pekerjaan Konstruksi di Ruang Rapat Shababina Praja Pemkab Bondowoso, Kamis (22/10/2026).

​Kegiatan ini diselenggarakan sebagai langkah strategis percepatan pemahaman regulasi terbaru sekaligus mendorong kesiapan para penyedia jasa konstruksi lokal di Kabupaten Bondowoso agar lebih transparan, profesional, dan kompetitif dalam ekosistem pengadaan pemerintah berbasis digital.

​Respons Cepat Regulasi LKPP Terbaru

​Kepala Bagian Barjas Setda Bondowoso, Eko Pribadi, menjelaskan bahwa bimtek ini merupakan respons cepat pemerintah daerah terhadap berlakunya Peraturan LKPP Nomor 2 Tahun 2026 tentang Katalog Elektronik dan Peraturan LKPP Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Melalui Penyedia.

​“Sekarang prosesnya sudah jelas. Ada dokumen kompetisinya, metode evaluasinya, hingga praktik simulasinya. Kita samakan persepsi agar tidak terjadi kesalahpahaman antara Barjas dan penyedia jasa di lapangan,” tegas Eko.

​Ia menambahkan, percepatan sistem pengadaan harus diimbangi dengan kesiapan pelaku usaha daerah. Kebijakan afirmasi pemerintah bagi pengusaha lokal perlu dimanfaatkan secara optimal agar pembangunan di Bondowoso dapat dieksekusi oleh pelaku usaha daerah sendiri secara akuntabel.

​Pendalaman Teknis dan Simulasi Aplikasi

​Narasumber dari Ikatan Ahli Pengadaan Indonesia (IAPI), Mustofa yang akrab disapa Cak Mustofa memaparkan bahwa fokus utama materi bimtek meliputi penyusunan dokumen kompetisi oleh Pejabat Pengadaan (PP) maupun Kelompok Kerja (Pokja), mekanisme penawaran, hingga evaluasi peserta.

Baca Juga :  Kerjasama Internasional: Bondowoso Pamerkan Kopi, Pertanian Organik, dan Geopark Ijen ke Kamerun

​Selain pembekalan teori, peserta juga dibimbing dalam simulasi praktik penggunaan aplikasi e-Katalog, mulai dari penyusunan paket kompetisi, penyampaian penawaran, hingga penentuan pemenang.

​“Harapan kita, peserta memahami mini kompetisi pekerjaan konstruksi secara utuh—mulai dari pemenuhan persyaratan, penyusunan harga penawaran, evaluasi teknis, hingga penetapan pemenang,” jelas Cak Mustofa.

Tantangan SDM Pengadaan di Daerah

​Di samping penguatan kapasitas penyedia, Eko Pribadi membeberkan tantangan internal yang dihadapi Pemkab Bondowoso terkait keterbatasan personel fungsional pengadaan.

Saat ini, Bagian Barjas Setda Bondowoso hanya memiliki 10 personel fungsional, sementara batas ideal berdasarkan acuan LKPP mencapai 25 orang.
​Meski menghadapi keterbatasan SDM, Pemkab Bondowoso berkomitmen memperkuat kapasitas teknis dan pemahaman regulasi demi mewujudkan tata kelola pengadaan barang dan jasa yang transparan, efisien, dan mendukung perekonomian lokal. (*)


Penulis: Kusnanto
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *