
Jember, Obor Rakyat – Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait melakukan kunjungan kerja ke sejumlah kementerian di Jakarta bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda. Lawatan tersebut dilakukan untuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat sekaligus mengamankan dukungan program strategis guna mempercepat pembangunan dan menekan angka kemiskinan di Kabupaten Jember.
Dari rangkaian koordinasi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menyampaikan sejumlah dukungan program dengan nilai anggaran mencapai ratusan miliar rupiah. Fokus utamanya meliputi revitalisasi fasilitas kesehatan, pengembangan sektor perikanan, serta penguatan pertanian dan peternakan rakyat.
Dukungan anggaran yang disampaikan Pemkab Jember mencakup sekitar Rp400 miliar untuk sektor kesehatan yang direncanakan mulai direalisasikan pada 2027, serta sekitar Rp100 miliar untuk pengembangan sektor perikanan pada 2026 dan 2027.
Gus Fawait berharap sinergi dengan pemerintah pusat tersebut menjadi momentum untuk mempercepat pemerataan pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jember.
Revitalisasi Puskesmas dan Rumah Sakit Dimulai 2027
Salah satu fokus utama koordinasi Gus Fawait dengan pemerintah pusat adalah peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. Pemkab Jember menyampaikan bahwa program revitalisasi fasilitas kesehatan, termasuk puskesmas dan rumah sakit, direncanakan mulai berjalan pada 2027 dengan dukungan anggaran sekitar Rp400 miliar.
Dukungan tersebut diarahkan untuk memperbaiki fasilitas pelayanan medis sekaligus memenuhi kebutuhan alat kesehatan penunjang di berbagai fasilitas kesehatan di Jember.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat layanan kesehatan agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih layak, mudah dijangkau, dan berkualitas.
Sebelumnya, Pemkab Jember juga menjalankan sejumlah program untuk memperluas akses pelayanan kesehatan masyarakat, di antaranya Universal Health Coverage (UHC), layanan home care dokter keluarga, serta program Mobil Cinta.
Melalui UHC, masyarakat diharapkan memperoleh kemudahan mengakses layanan kesehatan sesuai ketentuan kepesertaan yang berlaku. Sementara itu, layanan home care ditujukan untuk mendekatkan pelayanan medis kepada warga yang membutuhkan.
Adapun Mobil Cinta menjadi salah satu bentuk dukungan pelayanan bagi pasien tidak mampu, khususnya pasien kelas III, melalui layanan pengantaran pulang tanpa biaya sesuai ketentuan program.
Dengan dukungan pemerintah pusat, Pemkab Jember berharap pembenahan fasilitas dan peningkatan sarana kesehatan dapat berjalan beriringan dengan penguatan pelayanan kesehatan yang telah diberikan kepada masyarakat.
Rp100 Miliar untuk Pengembangan Perikanan dan Kesejahteraan Nelayan
Selain sektor kesehatan, pengembangan ekonomi masyarakat pesisir menjadi perhatian dalam kunjungan kerja Gus Fawait ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Pemkab Jember menyampaikan adanya alokasi anggaran sekitar Rp100 miliar untuk periode 2026–2027 guna mendukung pengembangan sektor perikanan tangkap dan budidaya.
Program tersebut diarahkan untuk memperkuat produktivitas nelayan serta membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor perikanan.
Salah satu bentuk dukungan yang direncanakan adalah penyaluran bantuan alat penangkapan ikan modern bagi nelayan lokal. Selain itu, terdapat pula program pengembangan desa-desa perikanan air tawar dengan dukungan anggaran yang disebut mencapai miliaran rupiah.
Pengembangan sektor perikanan ini dinilai penting untuk memperluas sumber penghidupan masyarakat, terutama di wilayah pesisir yang membutuhkan dukungan ekonomi berkelanjutan.
Pemkab Jember berharap berbagai program tersebut dapat menjadi instrumen untuk mengurangi kemiskinan, meningkatkan produktivitas usaha perikanan, dan memperkuat ekonomi masyarakat desa.
Petani dan Peternak Jadi Sasaran Penguatan Ekonomi
Tak berhenti pada sektor kesehatan dan perikanan, Gus Fawait juga memperluas koordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk mengoptimalkan potensi pertanian dan peternakan di Kabupaten Jember.
Sebagai salah satu daerah yang memiliki potensi besar di sektor pangan, Jember dinilai mempunyai peluang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan usaha peternakan unggas, domba, dan sapi.
“Langkah ini kami ambil mengingat Jember dikenal sebagai salah satu lumbung pangan utama yang bertumpu pada sektor pertanian serta peternakan rakyat,” tutur Gus Fawait.
Penguatan sektor tersebut diarahkan agar petani dan peternak lokal, khususnya yang berada di wilayah pedesaan, memperoleh peluang lebih besar untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan.
Pemkab Jember juga menempatkan petani tradisional dan peternak rakyat sebagai kelompok prioritas dalam upaya pengentasan kemiskinan. Dengan dukungan lintas kementerian, pengembangan sektor produktif diharapkan mampu menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Sinergi Pusat dan Daerah untuk Wujudkan Jember Maju
Gus Fawait menegaskan, koordinasi dengan pemerintah pusat merupakan bagian dari komitmen Pemkab Jember untuk menyelaraskan program pembangunan daerah dengan kebijakan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, kolaborasi lintas kementerian diperlukan agar berbagai potensi daerah dapat dikembangkan secara optimal dan program pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Melalui berbagai sinergi dengan pemerintah pusat, saya berkomitmen untuk terus berjuang seiring dengan kebijakan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo. Kolaborasi ini diharapkan mampu menekan angka kemiskinan secara signifikan demi mewujudkan visi besar Jember Baru dan Jember Maju,” ungkap Gus Fawait.
Rangkaian koordinasi tersebut diharapkan menjadi momentum penguatan pembangunan Jember, mulai dari peningkatan layanan kesehatan, pemberdayaan nelayan, hingga pengembangan usaha pertanian dan peternakan.
Dengan dukungan program lintas sektor yang disampaikan Pemkab Jember, momentum Hari Sumpah Pemuda diharapkan tidak sekadar menjadi peringatan seremonial, tetapi juga menghadirkan dorongan nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan percepatan pembangunan daerah. (*)
Penulis: Maria Agustina
Editor: Redaksi