
Bekasi, Obor Rakyat — Di sudut Kampung Tambun Tiga, Desa Samudera Jaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, denyut nadi pendidikan agama tetap berdetak di tengah berbagai keterbatasan. Taman Pendidikan Alquran (TPA) Tahfidz Alquran Da’arul Ahsani terus berkomitmen membimbing sekitar 90 santri dan santriwati mendalami ilmu agama, meski harus melalui hari-hari belajar dengan fasilitas yang jauh dari kata layak.
Didirikan pada tahun 2019 atas dasar swadaya orang tua santri, bangunan TPA seluas kurang lebih 50 meter persegi tersebut menjadi saksi bisu keteguhan hati para generasi muda dalam membaca dan menghafal Alquran.
Pengajar TPA Da’arul Ahsani, Ihsan Munawir, mengungkapkan bahwa antusiasme para santri tidak pernah surut kendati sarana prasarana yang tersedia masih sangat terbatas.
”Alhamdulillah, walaupun dengan ruangan yang kurang memadai, para santri kami tetap mau belajar. Bangunan ini merupakan hasil swadaya dari para orang tua santri,” ujar pengajar yang akrab disapa Ustaz Ihsan, Kamis (29/10/2026).
Tantangan Banjir dan Kondisi Kesehatan Pengajar
Kendala utama yang dihadapi lembaga nonformal ini bukan sekadar luas ruangan yang sempit. Setiap kali musim penghujan tiba, kegiatan belajar mengajar kerap lumpuh akibat genangan banjir setinggi kurang lebih 30 sentimeter.
Kondisi tersebut diperparah oleh tersumbatnya aliran kali di sekitar lokasi akibat tumpukan tanaman eceng gondok, yang memicu luapan air ke area TPA dan mengganggu kenyamanan santri.
Tidak hanya itu, ujian berat juga datang dari kondisi kesehatan Ustaz Ihsan sendiri yang saat ini tengah berjuang melawan penyakit stroke. Meski fisiknya dibatasi oleh kondisi kesehatan, semangat pengabdiannya untuk memastikan para santri mendapatkan bekal ilmu agama sejak usia dini tidak pernah padam.
Menanti Perhatian Pemerintah Daerah
Di tengah keterbatasan sarana, prasarana, dan tantangan lingkungan, pihak TPA juga memiliki kebutuhan mendesak lainnya guna menunjang kreativitas dan pembinaan karakter santri, salah satunya adalah pengadaan seperangkat alat musik hadroh untuk kegiatan seni islami.
Melihat peran strategis TPA dalam membangun moral dan karakter generasi muda, Ustaz Ihsan berharap adanya uluran tangan serta perhatian nyata dari Pemerintah Kabupaten Bekasi dan pihak-pihak terkait.
”Harapan kami kepada pemerintah daerah agar lebih memperhatikan para guru yang mengajar ilmu agama. Kami ingin anak-anak tetap bisa belajar Alquran dengan baik, meskipun saat ini fasilitas yang kami miliki masih sangat terbatas,” ungkapnya.
Kisah TPA Tahfidz Alquran Da’arul
Ahsani merefleksikan bagaimana fondasi pendidikan agama di akar rumput kerap bertumpu pada ketulusan pengabdian guru dan swadaya masyarakat. Kini, asa dan harapan besar tertuju kepada pemerintah daerah agar persoalan fasilitas serta mitigasi banjir di lokasi tersebut segera mendapat solusi konkrit, demi menjamin keamanan dan kenyamanan proses belajar mengajar para penerus bangsa.
Bagaimana tanggapan Anda mengenai langkah awal yang dapat diambil masyarakat maupun pemerintah setempat untuk segera membantu penanganan banjir dan fasilitas di TPA Da’arul Ahsani?. (*)
Penulis: Wahyu Widodo
Editor: Redaksi