
Situbondo, Obor Rakyat – Kepemimpinan Jumarto di Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Situbondo berlanjut.
Ia kembali terpilih sebagai ketua untuk periode 2026–2031 melalui mekanisme aklamasi dalam musyawarah cabang (muscab) yang digelar pada Kamis siang.
Kegiatan tersebut berlangsung di aula PKBM Kartini, Desa Sopet, Kecamatan Jangkar, pada Sabtu (18/4/2026), mulai pukul 12.00 WIB.
Muscab ini menjadi momentum penting dalam menjaga kesinambungan organisasi yang selama ini berperan aktif dalam pengembangan pendidikan keagamaan nonformal di Situbondo.
Acara dihadiri oleh berbagai unsur penting, mulai dari pembina FKDT yang juga anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Wakil Bupati Situbondo, perwakilan Kementerian Agama melalui Kasi PD Pontren, hingga para ketua dan sekretaris FKDT dari 17 kecamatan di wilayah tersebut.
Rangkaian kegiatan diawali dengan halal bihalal yang berlangsung hangat dan penuh kebersamaan.
Suasana kekeluargaan ini memperkuat komitmen bersama untuk memajukan madrasah diniyah sebagai pilar pendidikan akhlak dan keilmuan bagi generasi muda.
Dalam sambutannya, Jumarto menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya.
Ia menegaskan bahwa amanah tersebut akan dijalankan dengan penuh integritas, dedikasi, dan tanggung jawab.
“Kepercayaan ini adalah amanah besar. Kami akan terus berupaya menghadirkan terobosan agar madrasah diniyah di Situbondo tetap eksis, berkembang, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Di bawah kepemimpinannya, FKDT Situbondo diharapkan mampu memperkuat peran madrasah diniyah sebagai lembaga pendidikan agama yang tidak hanya fokus pada ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan akhlak generasi muda.
Terpilihnya kembali Jumarto secara aklamasi juga mencerminkan soliditas internal organisasi serta kepercayaan kuat dari para pengurus terhadap arah kepemimpinannya ke depan.
FKDT Situbondo pun optimistis dapat terus berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia berbasis nilai-nilai keislaman. (*)
Penulis: Eko Apriyanto
Editor: Redaksi