
Tekankan Persatuan dan Pelestarian Budaya
Simalungun, Obor Rakyat — Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Simalungun ke-193, paguyuban Kesenian Reog Ponorogo Simalungun (KRJP-S) menggelar doa bersama untuk keselamatan bangsa, Sabtu (18/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum KRJP-S, Muhammad Dimas Pramana, beserta jajaran pengurus dan para seniman Reog di wilayah Simalungun.
Acara ini tidak hanya menjadi bagian dari perayaan hari jadi daerah, tetapi juga dimaknai sebagai bentuk kontribusi komunitas seni dalam menjaga stabilitas sosial melalui pendekatan spiritual dan kebudayaan.
Momentum Refleksi dan Persatuan
Dalam sambutannya, Muhammad Dimas Pramana menegaskan pentingnya menjaga kerukunan di tengah keberagaman budaya yang hidup di tengah masyarakat.
“Doa bersama ini merupakan bentuk ikhtiar kami agar bangsa Indonesia, khususnya Kabupaten Simalungun, tetap dalam kondisi aman, damai, dan terhindar dari berbagai potensi gangguan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa peran komunitas seni tidak hanya sebatas pelestarian budaya, tetapi juga sebagai perekat sosial di tengah dinamika masyarakat yang majemuk.
Reog Ponorogo sebagai Simbol Akulturasi Budaya
Kehadiran komunitas Reog Ponorogo di Simalungun menjadi bukti nyata bahwa seni tradisional mampu beradaptasi dan berkembang di luar daerah asalnya.
Reog Ponorogo dinilai mampu menjadi jembatan akulturasi budaya antara masyarakat Jawa dan Sumatera Utara.
Melalui kegiatan ini, KRJP-S juga mendorong penguatan sinergi antara komunitas seni dan pemerintah daerah dalam mengembangkan potensi wisata berbasis budaya lokal.
Harapan untuk Penguatan Pariwisata Budaya
KRJP-S berharap momentum peringatan hari jadi ini dapat menjadi titik awal peningkatan kolaborasi lintas sektor, khususnya dalam mempromosikan kekayaan budaya daerah sebagai daya tarik wisata.
Dengan semakin kuatnya dukungan terhadap komunitas seni, potensi ekonomi kreatif di Kabupaten Simalungun diyakini dapat berkembang lebih optimal.
Penutup Penuh Kebersamaan
Rangkaian kegiatan ditutup dengan makan bersama dan sesi foto sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan panjang Kabupaten Simalungun yang kini telah memasuki usia hampir dua abad. (*)
Penulis: S Hadi Purba
Editor: Redaksi