
Ultimatum Tegas: Tutup PT Imasco
Jember, Obor Raya – Penolakan terhadap operasional PT Imasco di wilayah Jember Selatan memasuki fase krusial.
Ribuan warga yang tergabung dalam aliansi Jember Selatan Bersatu (JSB) bersama MAKI Jawa Timur dan Laskar Jahanam Jember bersiap menggelar Konsolidasi Akbar sebagai bentuk eskalasi perjuangan.
Agenda yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 26 April 2026, di Lapangan Desa Kasiyan Timur (Lapangan Kapuran) ini disebut sebagai titik balik gerakan warga—dari sekadar keluhan menjadi perlawanan terbuka dengan satu tuntutan utama: penutupan PT Imasco.
Keluhan Warga Menguat, Situasi Memanas
Gelombang penolakan ini dipicu oleh berbagai persoalan yang dirasakan masyarakat. Pada 17 April 2026, Ketua MAKI Jawa Timur bersama Ketua Laskar Jahanam Jember turun langsung ke lapangan untuk menyerap aspirasi warga.
Dari hasil peninjauan, ditemukan sejumlah indikasi persoalan serius, antara lain:
- Dugaan dampak lingkungan
- Terganggunya aktivitas sosial masyarakat
- Komitmen perusahaan yang dinilai tidak terealisasi
Alih-alih mereda, kondisi justru semakin memanas. Sehari kemudian, 18 April 2026, perwakilan dari 12 desa sepakat membentuk Jember Selatan Bersatu (JSB) sebagai wadah konsolidasi perjuangan rakyat.
Aksi Besar Sedang Disiapkan
Konsolidasi Akbar yang akan digelar bukan sekadar forum diskusi, melainkan deklarasi sikap kolektif warga. Massa dalam jumlah besar dipastikan hadir.
Selain itu, rencana Aksi Demo Akbar juga tengah disusun secara sistematis dan terukur, dengan target utama menekan penghentian operasional PT Imasco.
MAKI Jatim dan Laskar Jahanam Jember menyatakan siap berada di garis depan dengan mengerahkan seluruh struktur organisasi hingga satuan tugas.
Isu Dibawa ke Tingkat Nasional
Gerakan ini tidak berhenti di tingkat lokal. MAKI Jawa Timur mengaku telah menjalin komunikasi dengan Komisi XII DPR RI serta Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, guna mendorong pelaksanaan Rapat Dengar Pendapat.
Selain itu, langkah strategis juga dilakukan dengan:
- Mengangkat isu ke media nasional
- Berkoordinasi dengan NGO di Jakarta
- Menyiapkan surat terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto
- Koordinasi dengan Komnas HAM RI dan kementerian terkait juga dilakukan untuk mengevaluasi legalitas perizinan PT Imasco.
Kepercayaan Publik Menurun
Di tengah situasi ini, kepercayaan masyarakat terhadap PT Imasco disebut semakin menurun. Warga menilai janji-janji perusahaan tidak sejalan dengan kondisi di lapangan.
Ketua MAKI Jatim, Heru, menegaskan bahwa gerakan ini telah memasuki fase penting.
“Ini bukan lagi soal aspirasi yang diabaikan. Ini adalah ultimatum,” tegasnya, Senin (20/4/2026).
Ia juga menambahkan bahwa perjuangan akan terus berlanjut hingga masyarakat mendapatkan kejelasan dan keadilan. (*)
Penulis: Maria Agustina
Editor: Redaksi