Warga Baletbaru Jember Resah Akibat Bau Limbah Dapur SPPG

Jember, Obor Rakyat – Warga Desa Baletbaru RT 01/RW 03, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember, mengeluhkan bau tidak sedap yang mengganggu kenyamanan lingkungan.
Warga Desa Baletbaru, Kalisat, Jember mengeluhkan bau tak sedap dari limbah dapur SPPG. Ketua RT menyebut tidak ada izin pendirian dan meminta solusi dari pemerintah.

Jember, Obor Rakyat – Warga Desa Baletbaru RT 01/RW 03, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember, mengeluhkan bau tidak sedap yang mengganggu kenyamanan lingkungan.

Bau tersebut diduga berasal dari limbah sebuah dapur SPPG yang beroperasi di sekitar permukiman warga.

Ketua RT 01/RW 03, Ari Widiarto, mengungkapkan bahwa keluhan ini sudah sering disampaikan oleh warga.

Ia kemudian melakukan penelusuran untuk mencari sumber bau yang meresahkan tersebut.

“Setelah kami telusuri, bau tidak sedap itu berasal dari pembuangan limbah dapur SPPG yang ada di sekitar lingkungan warga,” ujar Ari saat dikonfirmasi, Minggu (19/4/2026).

Baca Juga :  48 Prajurit Yonif 509 Kostrad Lulus Diktukba TNI AD Gelombang II 2026 di Jember

Tidak Ada Izin, Warga Merasa Dirugikan

Ari yang akrab disapa Wit menegaskan bahwa pendirian dapur SPPG tersebut tidak pernah melalui koordinasi dengan pihak RT maupun warga setempat.

“Saya sebagai ketua RT tidak pernah diberi tahu atau dimintai izin terkait pendirian dapur tersebut,” jelasnya.

Selain itu, warga juga mengeluhkan cara pengelolaan limbah yang dinilai sembarangan.

Limbah berupa sampah dapur serta air bekas cucian peralatan disebut dibuang tanpa pengolahan yang layak, sehingga menimbulkan bau menyengat.

Lingkungan Terganggu, Warga Minta Solusi

Bau tidak sedap yang ditimbulkan dari limbah tersebut kini menjadi masalah serius bagi warga sekitar. Aktivitas sehari-hari terganggu, terutama bagi rumah yang berada dekat dengan lokasi dapur.

Sebagai perwakilan warga, Ari berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah untuk segera turun tangan menyelesaikan persoalan ini.

“Kami berharap pemerintah bisa memberikan solusi terbaik dan segera menangani masalah ini agar lingkungan kembali nyaman,” pungkasnya. (*)


Penulis: Maria Agustina
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *