
Bondowoso, Obor Rakyat — Isu mencuat ke publik, sejumlah warga Desa Sumber Tengah, Kecamatan Binakal, Kabupaten Bondowoso, mendatangi kantor desa untuk mempertanyakan kejelasan pencairan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) tahun 2025 yang belum mereka terima.
Aksi warga tersebut terjadi setelah muncul keluhan terkait tidak disalurkannya bantuan selama tiga bulan pada tahun berjalan. Situasi di balai desa pun sempat ramai, dengan seluruh perangkat desa dikabarkan turut berkumpul untuk merespons tuntutan masyarakat.
“Ya betul, kemarin ramai. Warga desa menuntut kepala desa. Semua perangkat desa berkumpul di balai desa,” ujar S, salah satu warga setempat, Kamis (30/4/2026).
Menurutnya, BLT DD yang seharusnya diterima warga justru tidak disalurkan tanpa penjelasan yang memadai.
Ia menyebut, warga hanya menerima janji bahwa bantuan tersebut akan direalisasikan pada tahun 2026.
“Selama tiga bulan di 2025 tidak diberikan ke warga. Kami hanya dijanjikan akan dibayar tahun depan,” lanjutnya.
Kondisi ini memicu kekecewaan warga yang merasa dirugikan. Mereka menilai pemerintah desa tidak transparan dalam pengelolaan dana desa, bahkan muncul dugaan adanya praktik tidak wajar dalam proses pencairan anggaran.
Sejumlah warga juga mendesak agar pemerintah terkait memberikan sanksi tegas. Salah satu tuntutan yang mencuat adalah penghentian pencairan dana desa pada tahun 2026 sebagai bentuk evaluasi terhadap kinerja pemerintah desa.
“Kami menduga ada kongkalikong dengan pihak kecamatan, sehingga dana desa tahap pertama 2026 sudah cair. Ini jelas merugikan warga dan kami merasa dibohongi,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa (Kades) Sumber Tengah, Suryana belum memberikan tanggapan resmi. Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon tidak mendapat respons.
Situasi ini menambah daftar panjang persoalan tata kelola dana desa yang kerap menjadi sorotan publik. Transparansi dan akuntabilitas dalam penyaluran bantuan sosial dinilai menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa. (*)
Penulis: Latif J