
Nganjuk, Obor Rakyat — Presiden RI Prabowo Subianto mengakui program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih menghadapi berbagai persoalan dalam pelaksanaannya.
Meski begitu, ia menegaskan pemerintah tidak akan menghentikan program tersebut karena dinilai sangat penting bagi masyarakat kecil.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).
“Banyak masalah, iya. Banyak tantangan, benar. MBG banyak masalah, kita harus tertibkan,” kata Prabowo dalam sambutannya.
Prabowo menegaskan, pemerintah akan menghadapi berbagai tantangan program MBG secara terbuka, termasuk persoalan integritas oknum yang terlibat dalam pengelolaan program tersebut.
Ia menyoroti masih adanya unsur pimpinan yang dinilai tidak memiliki integritas kuat ketika berhadapan dengan anggaran negara.
“Manusia Indonesia ya kita mengertilah penyakit kita harus kita berani hadapi, harus kita berani bicarakan bahwa banyak di antara unsur-unsur pimpinan kita hatinya tidak kuat, integritasnya tidak kuat, imannya tidak kuat, berurusan dengan uang dia lupa,” tegasnya.
Presiden juga memastikan tidak akan ragu mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang terbukti menyalahgunakan kewenangan dalam program MBG.
“Tapi saya sudah katakan pemerintah saya tidak ragu-ragu, siapa pun yang melanggar, yang menyimpang, yang menyalahgunakan kewenangan akan kita tertibkan, kita bersihkan, kita copot dari jabatan,” lanjut Prabowo.
Meski diwarnai berbagai persoalan, Prabowo menilai program Makan Bergizi Gratis tetap menjadi kebutuhan penting bagi rakyat kecil, khususnya untuk membantu pemenuhan gizi anak-anak.
Ia mengaku kerap menerima langsung aspirasi masyarakat yang meminta agar program tersebut tidak dihentikan.
“MBG begitu penting untuk bangsa kita. Ke mana-mana saya ketemu rakyat kecil, petani, ‘Pak tolong Pak MBG jangan diberhentikan. Ini sangat membantu cucu-cucu saya bisa makan, sangat membantu saya, sangat membantu keluarga saya,’” ujar Prabowo.
Program MBG menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Prabowo yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama anak-anak dan pelajar di seluruh Indonesia. (*)
Penulis: Ainul Mukorobin
Editor: Redaksi