Penerbangan Surabaya–Jember Dibuka Lagi, Sinyal Kebangkitan Ekonomi Tapal Kuda

Jember, Obor Rakyat - Jember perlahan menegaskan posisinya sebagai salah satu simpul pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Jawa Timur. Di tengah meningkatnya investasi, ekspor komoditas unggulan, serta mobilitas masyarakat yang semakin tinggi, konektivitas udara kembali hadir sebagai penanda penting arah pembangunan daerah.
Wings Air kembali membuka rute Surabaya–Jember mulai 1 Juni 2026. Konektivitas udara ini dinilai menjadi sinyal pertumbuhan ekonomi, investasi, dan pariwisata Jember yang semakin progresif.

Jember, Obor Rakyat – Jember perlahan menegaskan posisinya sebagai salah satu simpul pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Jawa Timur. Di tengah meningkatnya investasi, ekspor komoditas unggulan, serta mobilitas masyarakat yang semakin tinggi, konektivitas udara kembali hadir sebagai penanda penting arah pembangunan daerah.
Mulai 1 Juni 2026, Wings Air member of Lion Group resmi membuka kembali penerbangan reguler rute Surabaya–Jember–Surabaya menggunakan armada ATR 72 berkapasitas 72 penumpang.

Pembukaan kembali jalur udara ini bukan sekadar soal transportasi. Lebih dari itu, penerbangan tersebut menjadi indikator meningkatnya aktivitas ekonomi di kawasan Tapal Kuda yang dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan pertumbuhan signifikan.

Corporate Communications Strategic Wings Air, Danang Mandala Prihantoro, menyebut tingginya kebutuhan mobilitas menjadi alasan utama dibukanya kembali rute menuju Jember.

“Jember memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Aktivitas bisnis, perdagangan, pendidikan, hingga sektor pariwisata terus tumbuh dari tahun ke tahun. Konektivitas udara menjadi bagian penting dalam mendukung percepatan pertumbuhan tersebut sekaligus mempermudah mobilitas masyarakat,” ujarnya, Selasa (26/5/2026).

Baca Juga :  DKPP Jember Perketat Pengawasan Hewan Kurban Jelang Idul Adha 2026

Data Badan Pusat Statistik mencatat ekonomi Jember pada 2025 tumbuh sebesar 5,47 persen dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp110,98 triliun. Pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi tulang punggung ekonomi dengan kontribusi sebesar 25,42 persen terhadap total PDRB daerah.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, wajah ekonomi Jember mulai bergerak lebih dinamis. Komoditas lokal seperti kopi, tembakau, kakao, dan edamame tidak lagi hanya berputar di pasar domestik, melainkan telah menembus pasar internasional.

Produksi kopi Jember misalnya, mengalami lonjakan cukup tajam. Dari sekitar 4.477 ton pada 2023, meningkat menjadi 11.700 ton pada 2024, lalu mencapai sekitar 15 ribu ton pada 2025. Produk kopi asal Jember kini telah diekspor ke sejumlah negara, termasuk Mesir.

Di sektor lain, industri cerutu premium Jember juga berkembang konsisten. Ribuan batang cerutu diproduksi setiap hari untuk memenuhi pasar ekspor ke Amerika, Asia, hingga Eropa. Sementara komoditas edamame memperlihatkan bagaimana sektor agribisnis modern mulai mengambil ruang dalam struktur ekonomi daerah.

Aktivitas ekonomi yang terus bertumbuh itu berdampak langsung pada meningkatnya kebutuhan konektivitas antardaerah. Jalur udara menjadi kebutuhan penting, terutama bagi pelaku usaha, distribusi logistik, hingga perjalanan bisnis yang membutuhkan efisiensi waktu.

Selain ekonomi, sektor pendidikan dan pariwisata juga menjadi faktor pendorong meningkatnya mobilitas menuju Jember. Jember Fashion Carnaval masih menjadi magnet wisata internasional yang memperkuat identitas kota tersebut di tingkat nasional maupun global.

Potensi wisata alam mulai dari pantai selatan hingga kawasan pegunungan turut memperbesar peluang tumbuhnya sektor jasa dan hospitality di daerah itu.

Di bidang investasi, tren pertumbuhan Jember juga terlihat cukup agresif. Realisasi investasi pada 2025 tercatat mencapai Rp2,57 triliun atau meningkat sekitar 70 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini menjadi sinyal meningkatnya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Jember.

Adapun penerbangan Wings Air rute Surabaya–Jember dijadwalkan beroperasi setiap Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu. Penerbangan IW-1898 berangkat dari Surabaya pukul 09.00 WIB dan tiba di Jember pukul 10.05 WIB. Sementara penerbangan IW-1899 dari Jember menuju Surabaya berangkat pukul 10.30 WIB dan tiba pukul 11.02 WIB.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menyambut positif pembukaan kembali rute tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jember, Gatot Triyono, menilai konektivitas udara akan membuka akses masyarakat menuju berbagai kota besar di Indonesia hingga penerbangan internasional.

“Melalui konektivitas dari Surabaya sebagai hub utama Lion Group, masyarakat Jember kini semakin mudah melanjutkan perjalanan ke berbagai kota seperti Jakarta, Batam, Pekanbaru, Makassar, Denpasar hingga Kupang. Bahkan tersedia pula koneksi penerbangan internasional menuju Kuala Lumpur dan Jeddah,” ujarnya.

Kembalinya penerbangan reguler menuju Jember memperlihatkan satu hal penting: daerah ini tidak lagi sekadar menjadi pusat agribisnis tradisional, tetapi mulai tumbuh sebagai kawasan ekonomi baru dengan mobilitas tinggi dan keterhubungan yang semakin luas. (*)


Penulis: Maria Agustina
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *