
Jakarta, Obor Rakyat — Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bergerak cepat dalam merespons bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8/2026).
Melalui koordinasi ketat antara Mabes Polri dan Polda NTT, prioritas utama dititikberatkan pada keselamatan warga, evakuasi korban, serta pemulihan jaringan komunikasi.
Kadiv Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, menegaskan bahwa seluruh jajaran kepolisian dikerahkan untuk memastikan proses tanggap darurat berjalan optimal di tengah kendala infrastruktur dan gangguan jaringan komunikasi di daratan Flores.
Mobilisasi Kekuatan dan Mobilisasi Personel
Untuk mempercepat penanganan di lapangan, Polri mengombinasikan kekuatan antarsatuan serta dukungan regional:
- Pengerahan Pasukan SAR & Medis: Satu Satuan Setingkat Kompi (SSK) Pasukan Pelopor Korbrimob Polri diberangkatkan pada Sabtu malam, didampingi tim dokter dan enam personel kesehatan. Tim K9 juga disiagakan untuk membantu pencarian korban di reruntuhan bangunan.
- Penguatan Regional: Polda Bali, Polda NTB, dan Polda Jawa Timur disiagakan sebagai backup operasional. Kapal tipe A terdekat turut disiapkan untuk mobilisasi moda transportasi laut.
- Tim DVI & Identifikasi: Tim Disaster Victim Identification (DVI) diterjunkan langsung untuk membantu proses identifikasi korban jiwa serta memberikan pelayanan medis darurat.
Rincian Bantuan Logistik dan Infrastruktur Posko
Mabes Polri memberangkatkan bantuan logistik tahap pertama menggunakan pesawat CN-295 Polri dari Pondok Cabe menuju wilayah terdampak.
- Logistik & Pangan: 240 dus bahan makanan cepat saji & Bantuan Sosial Kapolri
- Tempat Perlindungan: 10 set tenda pleton untuk posko pengungsian
- Konektivitas: 10 unit Wi-Fi Portable Wontech (antisipasi blackout komunikasi)
- Posko Lapangan: Pembentukan posko darurat di lokasi aman oleh tiap Polres jajaran
Sinergi dan Imbauan Resmi
Dalam pelaksanaan di lapangan, Polri bersinergi secara lintas sektoral bersama TNI, Basarnas, BPBD, dan Pemerintah Daerah.
Kapolda NTT beserta unsur Forkopimda juga dijadwalkan meninjau langsung lokasi terdampak guna memverifikasi kebutuhan riil masyarakat.
Mengingat kondisi lapangan yang masih dinamis, Polri mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh spekulasi atau informasi yang belum terverifikasi (hoaks) mengenai jumlah korban maupun isu tsunami. Informasi resmi berkala akan disalurkan melalui posko tingkat pusat dan daerah yang telah dibentuk. (*)
Penulis: Nur Arifin
Editor: Redaksi