Pemkab Simalungun dan Kemenbud Dukung Sanggar PODSI Bahal Batu Jadi Pusat Kebudayaan

Simalungun, Obor Rakyat – Upaya pelestarian dan pemajuan kearifan lokal di Kabupaten Simalungun terus mendapat akselerasi strategis.
Kunjungan kerja Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Simalungun bersama Staf Ahli Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia di Sanggar PODSI Bahal Batu. (Fot Ist)

Simalungun, Obor Rakyat – Upaya pelestarian dan pemajuan kearifan lokal di Kabupaten Simalungun terus mendapat akselerasi strategis.

Sanggar Seni Dihar dan Tor-tor Simalungun yang berlokasi di Nagori Bahal Batu, Kecamatan Hutabayu Raja, secara resmi menerima kunjungan kerja Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Simalungun, Ny. Rospita Benny Gusman Sinaga, bersama Staf Ahli Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Bona Manullang, pada Selasa (6/10/2026).

​Kunjungan tingkat daerah dan nasional ini bertujuan memberikan supervisi, arahan, serta dorongan motivasi guna memperkuat struktur ekosistem kebudayaan Simalungun agar berkembang secara inklusif dan berkelanjutan.

Inisiasi Episentrum Kebudayaan Simalungun Bawah

​Sanggar seni yang berada di bawah naungan Persatuan Olahraga Dihar Seluruh Indonesia (PODSI) tersebut diproyeksikan menjadi pusat edukasi dan pemajuan seni budaya bagi masyarakat di wilayah Simalungun bawah.

​Jajaran pengurus pusat PODSI yang dipimpin Ketua Umum Sapruddin Purba, didampingi Wakil Ketua Verry Risdonni Sinaga (Camat Hutabayu Raja), Sekretaris Saddam Dasuha, serta Bendahara Janner Purba, menyambut hangat sinergi lintas lembaga ini.

​”Sanggar Seni di Nagori Bahal Batu ini kami gagas untuk menjadi pusat kebudayaan Simalungun wilayah bawah. Tempat ini disiapkan sebagai ruang belajar terpadu bagi generasi muda untuk mendalami Dihar (seni bela diri tradisional), Tor-tor, hingga Gondrang Simalungun,” ungkap Sapruddin Purba.

Baca Juga :  Kurnia Harahap Siap Berlaga di Pemilihan Rektor USI 2026–2030, Usung Misi Perluas Jaringan dan Majukan Kampus

​Dukungan serupa ditegaskan oleh Pangulu Nagori Bahal Batu, Azis Supriadi Manurung yang berkomitmen mengintegrasikan kebijakan pemerintah desa dengan program pemajuan kebudayaan lokal.

​Revitalisasi Budaya sebagai Instrumen Mitigasi Sosial

​Camat Hutabayu Raja sekaligus Wakil Ketua PODSI, Verry Risdonni Sinaga, menjelaskan bahwa pendirian kelembagaan PODSI sejak 15 April 2025 membawa misi ganda. Selain merawat warisan leluhur, lembaga ini difungsikan sebagai instrumen pencegahan isu sosial di kalangan muda.

​”Pembentukan lembaga ini merupakan langkah nyata merawat kearifan lokal, sekaligus menjadi wadah positif untuk membendung kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, serta ketergantungan gawai pada generasi muda,” ujar Verry.

​Dalam penyambutan tersebut, para tamu kehormatan disuguhi tampilan karya seni daerah berupa Tor-tor Sombah dan peragaan jurus dasar Dihar Sitarlak.

​Integrasi Kebudayaan, Pemberdayaan UMKM, dan Kebijakan Daerah

​Merespons sambutan tersebut, Ny. Rospita Purba menyampaikan apresiasi atas dedikasi kolektif pengurus PODSI, jajaran kecamatan, dan pemerintah nagori. Ia menekankan pentingnya mengkolaborasikan pelestarian budaya dengan penguatan ekonomi berbasis UMKM, khususnya produksi busana dan atribut adat seperti Gotong dan Bulang.

​Inisiatif tersebut sejalan dengan regulasi Pemerintah Kabupaten Simalungun yang menginstruksikan penggunaan busana adat Simalungun bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) guna memperkuat identitas daerah.

​Kunjungan diakhiri dengan kesepakatan bersama antara Pemkab Simalungun, Kementerian Kebudayaan RI, PODSI, dan Pemerintah Nagori Bahal Batu untuk terus mengawal penetapan wilayah tersebut sebagai pusat kebudayaan daerah yang berdaya saing. (*)


Penulis: S Hadi Purba
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *