
Jember, Obor Rakyat – Satlantas Polres Jember terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan humanis melalui program unggulan bertajuk “Polantas Menyapa”.
Program ini menjadi bagian dari upaya reformasi pelayanan di tubuh Polri, dengan menempatkan personel secara aktif di pusat-pusat layanan masyarakat seperti SATPAS (Satuan Penyelenggara Administrasi SIM) dan Samsat Jember.
Melalui program tersebut, petugas tidak hanya memberikan layanan administratif, tetapi juga turun langsung untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait prosedur pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) serta pembayaran pajak kendaraan bermotor.
Edukasi Transparansi dan Anti Pungli
Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Jember, Bernadus Bagas Simarmata, menegaskan bahwa “Polantas Menyapa” merupakan bentuk nyata komitmen menghadirkan pelayanan publik yang profesional dan akuntabel.
“Program ini adalah manifestasi komitmen kami untuk menghadirkan pelayanan publik yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).
Dalam pelaksanaannya, petugas memberikan sosialisasi menyeluruh mengenai:
- Biaya resmi penerbitan SIM
- Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan
- Mekanisme registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor (Regident Ranmor)
Langkah ini bertujuan agar masyarakat tidak terjebak dalam praktik percaloan atau pungutan liar (pungli).
Komitmen Zero Pungli dan Pelayanan Humanis
AKP Bagas menegaskan bahwa seluruh layanan di Satpas maupun Samsat harus berjalan dengan prinsip zero pungli. Ia juga menekankan pentingnya sikap responsif dari setiap petugas dalam membantu masyarakat.
“Kami ingin memastikan masyarakat mendapat informasi yang benar, mudah diakses, dan bebas dari pungutan liar,” tegasnya.
Selain itu, pendekatan humanis menjadi nilai utama dalam program ini, di mana petugas diharapkan mampu membangun komunikasi yang terbuka dan empatik dengan masyarakat.
Perkuat Kepercayaan Publik
Program “Polantas Menyapa” juga dinilai sebagai langkah strategis untuk mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat.
Dengan interaksi langsung di lapangan, diharapkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian semakin meningkat.
“Kami ingin masyarakat melihat bahwa Polri bukan hanya aparat penegak hukum, tetapi juga mitra pelayanan yang hadir dengan hati,” pungkas AKP Bagas.
Program ini sejalan dengan semangat Transformasi Polri Presisi yang digagas oleh Kapolri, Listyo Sigit Prabowo. (*)
Penulis: Maria Agustina
Editor: Redaksi