
Bondowoso, Obor Rakyat – Peringatan Hari Posyandu Nasional 2026 di Desa Tegalampel, Kecamatan Tegalampel, Kabupaten Bondowoso, menjadi penanda penting perubahan arah layanan posyandu di Indonesia. Tidak lagi sekadar identik dengan layanan kesehatan ibu dan anak, posyandu kini didorong menjadi pusat layanan terpadu berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Kegiatan yang digelar di kantor desa tersebut, pada Rabu (29/4/2026) itu melibatkan unsur masyarakat, kader posyandu, serta pemerintah daerah.
Momentum ini sekaligus menjadi bagian dari implementasi kebijakan nasional transformasi posyandu yang mulai dijalankan sejak 2025 dan diperluas pada 2026.
Posyandu Berbasis 6 SPM: Perluasan Fungsi Layanan Dasar
Transformasi ini mencakup enam sektor layanan dasar, yakni kesehatan, pendidikan, sosial, ketenteraman dan ketertiban umum, pekerjaan umum, serta perumahan dan permukiman. Dengan pendekatan tersebut, posyandu diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam mendekatkan layanan publik langsung ke masyarakat.
Ketua Pembina Posyandu Bondowoso, Hj. Khodijatul Qodriyah Hamid, menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada pemahaman masyarakat terhadap tujuan transformasi.
Menurutnya, langkah awal yang krusial adalah sosialisasi agar tercipta kesepahaman bersama.
“Yang pertama adalah sosialisasi dulu supaya kita ada kesepahaman,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa layanan SPM harus diposisikan sebagai kebutuhan masyarakat, bukan sekadar program pemerintah.
“Bagaimana mendekatkan layanan standar minimal ini kepada masyarakat sehingga mereka merasa ini kebutuhan, bukan paksaan,” tambahnya.
Antusiasme Warga Jadi Indikator Awal Keberhasilan
Pelaksanaan posyandu di Desa Tegalampel menunjukkan respons positif dari masyarakat. Kehadiran peserta yang mencakup berbagai kelompok usia, mulai dari balita hingga lansia, menjadi indikator awal bahwa pendekatan ini mulai diterima.
“Alhamdulillah luar biasa, hadir semua, mulai dari balita, usia produktif, hingga lansia,” ungkap Khodijatul.
Ke depan, monitoring berkelanjutan akan dilakukan untuk memastikan implementasi program berjalan optimal di seluruh desa di Bondowoso.
Strategi Pemerataan Layanan di Berbagai Wilayah
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bondowoso, Mahfud Junaedi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi konkret dari enam layanan dasar SPM.
“Hari ini kita melaksanakan enam SPM, mulai dari kesehatan, pendidikan, sosial, hingga infrastruktur dasar,” katanya.
Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah akan melakukan pemetaan kebutuhan tiap desa. Hal ini penting mengingat perbedaan karakteristik wilayah, termasuk desa terpencil yang memiliki keterbatasan akses layanan.
Posyandu Masa Depan: Pusat Layanan Terpadu Masyarakat
Transformasi ini diharapkan mampu mengubah wajah posyandu menjadi lebih inklusif dan multifungsi. Tidak hanya berfokus pada kesehatan, posyandu di masa depan diproyeksikan sebagai pusat layanan terpadu yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Dengan pendekatan berbasis kebutuhan dan partisipasi aktif warga, pemerintah menargetkan posyandu dapat berkontribusi dalam menciptakan generasi yang lebih sehat, kuat, dan berkualitas.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk memperkuat fondasi pembangunan manusia di tingkat desa. (*)
Penulis: Latif J