Amien Rais Disorot Usai Kritik Seskab Teddy

Akhmad Gojali Harahap. (Fot Ist)

Gojali: Pernyataan Harus Berbasis Data dan Fakta

Jakarta, Obor Rakyat – Pernyataan politikus senior Amien Rais terkait Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya kembali menjadi sorotan publik.

Kritik tersebut memicu respons dari berbagai kalangan, termasuk Ketua Umum DPP Prabowo Mania 08, Akhmad Gojali Harahap, yang menilai ucapan Amien tidak mencerminkan kapasitas intelektual yang selama ini melekat pada dirinya.

Gojali menyayangkan pernyataan yang dinilai tidak disertai data maupun fakta yang jelas. Menurutnya, sosok Amien Rais selama ini dikenal publik sebagai figur akademisi dan intelektual yang memiliki rekam jejak panjang di dunia pendidikan maupun politik nasional.

“Yang disampaikan jauh dari basis data dan tidak didukung fakta yang jelas. Ini sangat disayangkan, karena publik mengenal beliau sebagai figur intelektual,” ujar Gojali dalam keterangannya, Kamis (7/5/2026).

Ia menilai, seorang tokoh publik yang memiliki pengaruh besar terhadap masyarakat seharusnya lebih berhati-hati dalam menyampaikan opini di ruang publik. Terlebih, pernyataan yang dilontarkan dapat memengaruhi kualitas diskursus publik dan membentuk persepsi masyarakat luas.

Baca Juga :  Kantor Baru Kompolnas di Jakarta Diresmikan, Dorong Transparansi dan Akses Publik

Menurut Gojali, tradisi akademik mengedepankan riset, data, dan argumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, kritik terhadap pejabat negara seharusnya tetap berada dalam koridor objektivitas dan didukung fakta yang valid.

“Dalam demokrasi, kritik tentu sah dan diperlukan. Namun kritik harus berbasis data, bukan sekadar opini tanpa landasan yang kuat,” katanya.

Polemik terkait pernyataan Amien Rais ini pun kembali memantik perdebatan mengenai etika komunikasi politik di era digital. Banyak pihak menilai tokoh publik memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga ruang diskusi publik tetap sehat, konstruktif, dan tidak menimbulkan spekulasi yang menyesatkan.

Di tengah derasnya arus informasi dan tingginya konsumsi masyarakat terhadap media sosial, publik dinilai semakin membutuhkan narasi yang akurat dan berbasis fakta. Karena itu, setiap pernyataan dari figur publik dinilai perlu disampaikan dengan kehati-hatian agar tidak memperkeruh situasi maupun menimbulkan polarisasi baru di masyarakat. (*)


Penulis: Achmad Sugiyanto
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *