
Simalungun, Obor Rakyat – Polsek Tanah Jawa melaksanakan kegiatan razia kasih sayang dengan menyasar pelajar yang kedapatan bolos sekolah pada jam belajar, Rabu (6/5/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian kepolisian terhadap pembinaan generasi muda agar tetap disiplin dan fokus pada pendidikan.
Razia yang digelar oleh jajaran Polres Simalungun itu menyasar sejumlah lokasi yang kerap dijadikan tempat berkumpul pelajar saat jam sekolah, seperti warung internet, kafe, dan area umum lainnya.
Dalam pelaksanaannya, petugas tidak hanya melakukan penertiban, tetapi juga memberikan pembinaan secara humanis dan edukatif kepada para pelajar yang terjaring razia. Polisi memberikan arahan mengenai pentingnya pendidikan, dampak negatif kebiasaan bolos sekolah, serta pentingnya disiplin dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Selain diberikan pembinaan, para pelajar yang terjaring juga didata untuk selanjutnya dilakukan koordinasi dengan pihak sekolah dan orang tua guna pembinaan lebih lanjut.
Kapolsek Tanah Jawa, Banuara Manurung, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar penindakan, melainkan bentuk kasih sayang dan tanggung jawab bersama dalam menjaga masa depan generasi muda.
“Kami ingin memastikan anak-anak tetap berada di lingkungan yang positif, khususnya di sekolah saat jam belajar berlangsung. Ini adalah bentuk kasih sayang kami agar mereka tidak terjerumus ke hal-hal negatif,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan razia kasih sayang ini dapat memberikan efek jera sekaligus meningkatkan kesadaran pelajar mengenai pentingnya pendidikan dan kedisiplinan.
Kapolsek juga mengimbau para orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya, khususnya pada jam sekolah.
Menurutnya, peran keluarga sangat penting dalam membentuk karakter, disiplin, dan rasa tanggung jawab anak.
Dengan komunikasi yang baik serta pengawasan rutin dari orang tua, diharapkan para pelajar dapat memahami pentingnya pendidikan dan tidak lagi terlibat dalam aktivitas yang merugikan diri sendiri.
Selain itu, pihak kepolisian mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut peduli terhadap lingkungan sekitar dengan saling mengingatkan apabila menemukan anak usia sekolah berada di luar lingkungan pendidikan tanpa alasan yang jelas. Sinergi antara orang tua, sekolah, masyarakat, dan kepolisian dinilai penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi tumbuh kembang generasi muda.
“Anak-anak adalah aset masa depan bangsa. Mari kita jaga dan arahkan mereka agar tetap berada di jalur yang benar demi masa depan yang lebih baik,” tutup Kapolsek Tanah Jawa. (*)
Penulis: S Hadi Purba
Editor: Redaksi