Lapas Banyuwangi dan Bapas Jember Perkuat Sinergi Percepat Integrasi WBP

Jember, Obor Rakyat - Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banyuwangi melakukan kunjungan koordinasi ke Balai Pemasyarakatan Kelas II Jember pada Rabu (5/5/2026) guna mempercepat dan mengoptimalkan proses integrasi bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Lapas Banyuwangi dengan Lapas Jember perkuat sinergi percepat Integrasi WBP.

Jember, Obor Rakyat – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banyuwangi melakukan kunjungan koordinasi ke Balai Pemasyarakatan Kelas II Jember pada Rabu (5/5/2026) guna mempercepat dan mengoptimalkan proses integrasi bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antarunit pelaksana teknis di bawah Kementerian Hukum dan HAM, khususnya dalam memastikan proses pembinaan dan reintegrasi sosial WBP berjalan lebih efektif, terukur, dan tepat sasaran.

Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas sejumlah aspek teknis dan administratif yang selama ini menjadi tantangan dalam proses pengusulan integrasi.

Pembahasan meliputi kelengkapan berkas, validasi data, hingga mekanisme pemantauan WBP setelah kembali ke tengah masyarakat.

Program integrasi WBP sendiri mencakup asimilasi, pembebasan bersyarat, cuti menjelang bebas, serta cuti bersyarat yang membutuhkan koordinasi intensif antara Lapas dan Bapas.

Baca Juga :  Bidpropam Polda Jatim Sidak Senjata Api di Polres Bondowoso

Perwakilan Lapas Banyuwangi menegaskan bahwa koordinasi lintas instansi sangat penting untuk meminimalisir kendala yang kerap muncul dalam proses integrasi. Dengan komunikasi yang lebih intensif dan terbuka, setiap tahapan diharapkan dapat berjalan lebih cepat tanpa mengurangi aspek kehati-hatian dan akuntabilitas.

Sementara itu, pihak Bapas Jember menyambut baik kunjungan tersebut sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas layanan pemasyarakatan.

Sinkronisasi data dan pemahaman regulasi terbaru menjadi poin penting agar tidak terjadi perbedaan interpretasi yang dapat memperlambat proses integrasi WBP.

Selain itu, kedua instansi juga membahas penguatan peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam melakukan penelitian kemasyarakatan atau litmas sebagai dasar pertimbangan pemberian program integrasi.

Peran PK dinilai krusial untuk memastikan WBP yang diusulkan telah memenuhi syarat administratif maupun substantif.

Kegiatan koordinasi ini sekaligus menjadi momentum evaluasi pelaksanaan program integrasi yang telah berjalan selama ini. Kedua pihak sepakat untuk terus menjaga komunikasi aktif dan melakukan koordinasi berkala demi kelancaran proses pembinaan dan reintegrasi sosial WBP.

Dengan sinergi yang semakin kuat antara Lapas Banyuwangi dan Bapas Jember, diharapkan para WBP dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih produktif serta tidak mengulangi tindak pidana yang pernah dilakukan.

Langkah tersebut juga menjadi bagian dari komitmen pemasyarakatan dalam mewujudkan sistem pembinaan yang humanis, berorientasi pada pemulihan, serta mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Jember dan sekitarnya. (*)


Penulis: Maria Agustina
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *