
Jakarta, Obor Rakyat – Di tengah tingginya tekanan profesi medis, seorang dokter spesialis patologi klinik di Jakarta memilih cara unik untuk menjaga keseimbangan hidup. Zuhria Novianty mengaku menjadikan aktivitas merajut sebagai sarana relaksasi di tengah padatnya aktivitas sebagai tenaga medis.
Istri Letkol Inf Benu Supriyantoko yang tergabung dalam Persit Kartika Chandra Kirana Cabang I Sintelad PG Mabesad itu menuturkan, dunia kerajinan tangan telah menjadi bagian dari kehidupannya sejak kecil.
Saat ditemui, Kamis (7/5/2026), Zuhria mengatakan ketertarikannya terhadap aktivitas kreatif tumbuh dari lingkungan keluarga yang gemar melakukan berbagai keterampilan tangan.
Sejak duduk di bangku sekolah dasar, dirinya telah terbiasa mencoba beragam aktivitas kreatif mulai dari membuat paper bag, menjahit, hingga belajar merajut secara mandiri.
“Merajut memberikan ketenangan tersendiri. Ada kepuasan ketika melihat benang sederhana perlahan berubah menjadi sebuah karya,” ujar Zuhria.
Dokter Spesialis Patologi Klinik Tetap Sisakan Ruang untuk Kreativitas
Meski kini berprofesi sebagai dokter spesialis patologi klinik dengan tanggung jawab tinggi dalam pemeriksaan laboratorium dan penegakan diagnosis medis, Zuhria mengaku tidak ingin meninggalkan sisi kreatif yang telah lama dimilikinya.
Rutinitas sebagai dokter, istri, ibu, sekaligus anggota organisasi sempat membuat hobinya tertunda. Namun setelah menyelesaikan pendidikan spesialis, ia mulai kembali aktif menekuni dunia merajut.
Menurut Zuhria, aktivitas tersebut membantunya menjaga kesehatan mental di tengah tuntutan profesi medis yang membutuhkan fokus dan konsentrasi tinggi setiap hari.
Merajut Jadi Sarana Relaksasi di Tengah Tekanan Kerja
Profesi dokter spesialis patologi klinik dikenal memiliki tingkat ketelitian tinggi karena berkaitan dengan pemeriksaan sampel laboratorium untuk membantu proses diagnosis penyakit pasien.
Di tengah tekanan pekerjaan tersebut, Zuhria menilai aktivitas kreatif seperti merajut dapat menjadi ruang relaksasi sekaligus menjaga keseimbangan kehidupan pribadi dan profesional.
Kisah Zuhria menjadi gambaran bahwa kesibukan di dunia medis tidak selalu menghilangkan kesempatan seseorang untuk tetap berkarya dan menjaga passion pribadi. (*)
Penulis: Maria
Editor: Redaksi