Hari Bhayangkara ke-80: Wakapolri Bedah Buku “Mengawal Pangan Menuai Aman” untuk Swasembada Nasional

​Jakarta, Obor Rakyat – Beragam perspektif akademik, kebijakan, dan pengalaman lapangan bertemu dalam kegiatan bedah buku “Mengawal Pangan Menuai Aman” yang digelar di Lobby Pusat Studi Kepolisian STIK-PTIK, Jakarta Selatan, Rabu (24/6/2026).
Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo rilis buku “Mengawal Pangan Menuai Aman”. Dorong sinergi lintas sektor dan teknologi untuk swasembada pangan nasional.

​Jakarta, Obor Rakyat – Beragam perspektif akademik, kebijakan, dan pengalaman lapangan bertemu dalam kegiatan bedah buku “Mengawal Pangan Menuai Aman” yang digelar di Lobby Pusat Studi Kepolisian STIK-PTIK, Jakarta Selatan, Rabu (24/6/2026).

Diskusi panel yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 ini mengulas tuntas tantangan, strategi, dan praktik penguatan ketahanan pangan nasional di tengah dinamika global.

​Forum ini sekaligus menegaskan komitmen Polri dalam mendukung agenda swasembada pangan nasional. Momentum ini juga berjalan beriringan dengan kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Gorontalo pada hari yang sama untuk menyapa para petani dan nelayan setempat.

​Buku strategis ini ditulis langsung oleh Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., bersama Irjen Pol. Dr. Anwar, S.I.K., M.Si., dan Irjen Pol. Dr. Susilo Teguh Raharjo, M.Si.

Karya ini telah resmi terdaftar dalam Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dengan Nomor Pencatatan 001297886.

​Pendekatan Empiris dan Pengawasan Rantai Pasok Jagung

​Melalui pendekatan akademik dan empiris, buku “Mengawal Pangan Menuai Aman” memotret bahwa ketahanan pangan tidak hanya bertumpu pada produktivitas pertanian di hulu, melainkan juga menyangkut aspek:

  • ​Tata kelola distribusi dan logistik.
  • ​Pengawasan ketat rantai pasok.
  • Stabilitas keamanan nasional.
Baca Juga :  BALAD Grup Sudah Mendunia, Kini Berbudidaya Rumput Laut di 7 Teluk Wilayah Sumenep

​Buku ini secara khusus mengangkat refleksi kebijakan dan praktik lapangan dalam pengawalan komoditas jagung nasional, serta menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antarlembaga demi menyukseskan prioritas pemerintah di sektor pertanian dan perikanan.

​Apresiasi Pakar: Peran Polri Melampaui Fungsi Keamanan Konvensional

​Kegiatan bedah buku ini menghadirkan tiga penanggap ahli dari dunia akademik dan birokrasi, yaitu Guru Besar Antropologi Universitas Indonesia Prof. Dr. Semiarto Aji Purwanto, Guru Besar Sosiologi UIN Sunan Ampel Surabaya Prof. Masdar Hilmy, Ph.D., serta Inspektur Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian drh. Pujo Harmadi, M.P.

​Dalam sesinya, Prof. Semiarto Aji Purwanto mengapresiasi langkah Polri yang dinilai mampu mengintegrasikan aspek produksi hingga stabilitas nasional dalam satu kerangka utuh.

​”Ketahanan pangan harus dipahami sebagai isu strategis nasional yang berkaitan langsung dengan stabilitas ekonomi, sosial, dan keamanan negara. Pengawalan dari Polri menjadi faktor penting dalam menjaga efektivitas rantai pasok pangan dari hulu hingga hilir,” ujar Prof. Semiarto.

​Ia juga mendorong agar pengawasan pangan ke depan mulai memanfaatkan teknologi digital tingkat lanjut, seperti Artificial Intelligence (AI) dan Big Data.

​Sementara itu, Prof. Masdar Hilmy menyoroti dimensi moral dari ketahanan pangan sebagai bentuk pengabdian negara dalam menjamin kesejahteraan rakyat. Senada dengan hal tersebut, drh. Pujo Harmadi, M.P. dari Kementan memuji kontribusi nyata personel kepolisian di lapangan dalam melakukan pendampingan langsung kepada kelompok tani.

Baca Juga :  UKW 2025 Polda Metro Jaya Resmi Ditutup, Perkuat Profesionalisme dan Sinergi Pers–Polri

​Komitmen Wakapolri: Pangan Terjaga, Bangsa Kuat

​Menutup diskusi, Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo menyampaikan bahwa buku ini disusun sebagai dokumentasi atas best practices (praktik baik) dan pembelajaran Polri dalam mengawal program strategis pemerintah.

​“Ketahanan pangan bukan hanya soal hasil panen, tetapi juga tentang ketahanan bangsa. Ketika pangan terjaga, stabilitas sosial lebih kuat, kesejahteraan masyarakat meningkat, dan negara memiliki daya tahan yang lebih baik dalam menghadapi berbagai tantangan global,” tegas Wakapolri.

​Melalui forum bedah buku ini, STIK-PTIK berhasil menjembatani diskursus akademik menjadi kontribusi nyata dan rekomendasi kebijakan demi mewujudkan swasembada pangan Indonesia yang berkelanjutan. (*)


Penulis: Nur Arifin
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *